KEEFEKTIFAN EXPERIENTIAL LEARNING DENGAN STRATEGI REACT PADA MATERI SEGIEMPAT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS-VII


Jeni Rahmawati , 4101409079 (2013) KEEFEKTIFAN EXPERIENTIAL LEARNING DENGAN STRATEGI REACT PADA MATERI SEGIEMPAT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS-VII. Under Graduates thesis, Unnes.

[thumbnail of KEEFEKTIFAN EXPERIENTIAL LEARNING DENGAN STRATEGI REACT PADA MATERI SEGIEMPAT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS-VII]
Preview
PDF (KEEFEKTIFAN EXPERIENTIAL LEARNING DENGAN STRATEGI REACT PADA MATERI SEGIEMPAT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS-VII)
Download (4MB) | Preview

Abstract

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik/siswa adalah kemampuan komunikasi matematis. Peserta didik dituntut untuk mampu mengomunikasikan hasil pemikiran mereka kepada orang lain secara lisan atau tertulis. Salah satu cara meningkatkan kemampuan komunikasi matematis adalah dengan menggunakan model experiential learning dengan strategi REACT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan experiential learning dengan strategi REACT pada materi segiempat terhadap kemampuan komunikasi matematis. Experiential learning dengan strategi REACT dikatakan efektif jika hasil tes kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan experiential learning dengan strategi REACT yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal mencapai 75% dan rata-rata kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan experiential learning dengan strategi REACT lebih baik dibanding dengan pembelajaran ekspositori. Populasi penelitian adalah peserta didik SMP Negeri 6 Purworejo kelas VII. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VII-E yang diajar dengan experiential learning dengan strategi REACT dan kelas VII-D dengan pembelajaran ekspositori. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan metode tes. Berdasarkan perhitungan ketuntasan belajar klasikal, zhitung = 2,042 > ztabel = 1,64, maka H1 diterima. Jadi kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang diajar dengan experiential learning dengan strategi REACT secara klasikal sudah mencapai ketuntasan minimal 75%. Berdasarkan hasil perhitungan uji perbedaan rata-rata kemampuan komunikasi matematis diperoleh thitung = 3,396 > ttabel = 1,667, maka H0 ditolak. Kemudian berdasarkan rata-rata hasil tes diperoleh 80,00. Rata-rata tersebut lebih tinggi dibanding kelas kontrol yang hanya memperoleh rata-rata 73,06. Jadi kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang diajar dengan experiential learning dengan strategi REACT lebih tinggi dibanding dengan pembelajaran ekspositori. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa experiential learning dengan strategi REACT pada materi segiempat efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas-VII. Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran, sebaiknya menyertakan benda-benda dari lingkungan sekitar untuk mengkonstruk pemahaman peserta didik lebih mendalam lagi.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: experiential learning, kemampuan komunikasi matematis, strategi REACT
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Q Science > QA Mathematics
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 24 Oct 2013 11:06
Last Modified: 24 Oct 2013 11:06
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/17786

Actions (login required)

View Item View Item