Perbandingan antara Keefektifan Penggunaan Teknik Pemetaan Pikiran dan Peniruan Model dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi pada Siswa SMA

Yuniasih, 2101506021 (2008) Perbandingan antara Keefektifan Penggunaan Teknik Pemetaan Pikiran dan Peniruan Model dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi pada Siswa SMA. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Perbandingan antara Keefektifan Penggunaan Teknik Pemetaan Pikiran dan Peniruan Model dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi pada Siswa SMA) - Published Version
Download (1503Kb)

    Abstract

    Pembelajaran menulis di SMA masih mengalami berbagai hambatan sehingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Kompetensi menulis siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Siswa kurang mampu menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Pemahaman siswa tentang struktur kalimat, ejaan, maupun kebahasaan masih kurang. Siswa juga kurang termotivasi untuk menulis. Selain hambatan yang berasal dari siswa, hambatan lain dapat juga berasal dari guru. Kenyataan di lapangan, guru lebih mementingkan penilaian aspek kognitif (Pengetahuan dan Pemahaman Konsep) saja. Guru kurang menyadari bahwa belajar berbahasa adalah belajar berkomunikasi, sehingga pembelajaran bahasa di sekolah seharusnya lebih menitikberatkan bagaimana siswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun secara tertulis. Kurangnya kreativitas guru dalam memilih teknik maupun media pembelajaran menyebabkan pembelajaran menulis di sekolah menjadi sesuatu yang membosankan bagi siswa. Pembelajaran menulis dengan teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model merupakan teknik yang diduga dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa. Teknik pemetaan pikiran merupakan teknik pembelajaran menulis yang diduga lebih efektif karena melalui pemetaan pikiran siswa dapat termotivasi dan dapat memudahkan siswa dalam menuangkan ide secara tertulis. Pemetaan pikiran dapat merangsang siswa untuk menghubungkan konsep-konsep sehingga dapat terorganisasi menjadi sebuah paragraf. Teknik peniruan model diduga juga dapat miningkatkan kompetensi siswa meskipun tidak seefektif teknik pemetaan pikiran. Dengan model/master yang ada, siswa dapat meniru gaya penulisan. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) apakah terdapat peningkatan kemampuan menulis secara signifikan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siswa SMA dengan digunakannya teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model, (2) apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan menulis deskripsi yang signifikan pada siswa SMA dengan digunakannya teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model, dan (3) manakah di antara teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model yang lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siswa SMA? Tujuan penelitian ini adalah (1) membuktikan ada tidaknya peningkatan kemampuan menulis secara signifikan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siswa SMA dengan digunakannya teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model, (2) membuktikan ada tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan menulis deskripsi yang signifikan pada siswa SMA dengan digunakannya teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model, dan (3) menentukan manakah di antara teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model yang lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA se-Kabupaten Kendal tahun Pelajaran 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini adalah data kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Kendal sebagai kelompok eksperimen 1 dan data kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Cepiring sebagai kelompok eksperimen 2. Kelompok eksperimen 1 dikenai perlakuan pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik pemetaan pikiran dan kelompok eksperimen 2 dikenai perlakuan pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik peniruan model. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, yaitu tes awal dan tes akhir. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengoreksi hasil tes oleh dua orang korektor dan hasilnya dibagi dua untuk menentukan nilai rata-rata. Untuk mengetahui keefektifan penggunaan kedua teknik pembelajaran tersebut digunakan uji t-test paired samples. Temuan dalam penelitian ini adalah (1) terdapat peningkatan kemampuan menulis secara signifikan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siswa SMA dengan digunakannya teknik pemetaan pikiran dan teknik peniruan model. Adapun peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan teknik pemetaan pikiran sebesar 18,43, dan peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan teknik peniruan model sebesar 14,08, (2) ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis deskripsi dengan teknik pemetaan pikiran dan kemampuan menulis deskripsi dengan teknik peniruan model (t=1,063; p=0,291 pada pre-test, serta t = 2,722; p=0,008 pada post-test ), dan (3) hasil belajar pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik pemetaan pikiran lebih efektif (77,78 + 11,09) dibandingkan dengan hasil pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik peniruan model (72,22 + 6,69). Berdasarkan temuan tersebut disarankan dalam upaya meningkatkan hasil belajar menulis khususnya menulis deskripsi guru dapat menggunakan dengan teknik pemetaan pikiran, karena telah jelas terbukti keefektifannya dapat meningkatkan hasil belajar menulis deskripsi.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Uncontrolled Keywords: teknik pemetaan pikiran, teknik peniruan model, kompetensi menulis deskripsi
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Pendidikan Bahasa dan Sastra
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia, S2
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 22 May 2013 21:28
    Last Modified: 22 May 2013 21:28

    Actions (login required)

    View Item