KESIAPAN GURU SEJARAH SMA NEGERI DI KABUPATEN BREBES UTARA DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) TAHUN AJARAN 2007/2008

FITRI AYUDYA SARI , 3101403006 (2007) KESIAPAN GURU SEJARAH SMA NEGERI DI KABUPATEN BREBES UTARA DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) TAHUN AJARAN 2007/2008. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang memberikan otonomi setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka proses belajar mengajar di sekolah. Permasalahan yang penulis akan kemukakan adalah : (1) Bagaimana kesiapan guru sejarah SMA Negeri di Kabupaten Brebes Utara dalam melaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun ajaran 2007/2008. (2) Bagaimana hasil belajar sejarah siswa SMA Negeri di Kabupaten Brebes Utara tahun ajaran 2007/2008 setelah menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (3) Adakah pengaruh kesiapan guru melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terhadap hasil belajar sejarah siswa SMA Negeri di Kabupaten Brebes Utara tahun ajaran 2007/2008. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua guru sejaran dan semua siswa SMA Negeri yang ada di kabupaten Brebes Utara. Sedangkan sampel dalam penelitian ini 6 SMA Negeri yang ada di Kabupaten Brebes Utara, antara lain SMA Negeri 1 Losari, SMA Negeri 1 Tanjung, SMA Negeri 1 Kersana, SMA Negeri 1 Bulakamba, SMA Negeri 1 Brebes, dan SMA Negeri 2 Brebes tahun ajaran 2007-2008. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah guru sejarah dan siswa kelas X,XI, dan XII. Apabila dilihat dari hasil belajar, kemampuan mereka merata. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli Minggu ke III, dan bulan Agustus minggu I dan II. Hasil dari penelitian seluruh sampel yang diteliti menunjukkan bahwa untuk kesiapan dari segi materi pelajaran, tidak ada yang termasuk dalam kategori sangat tinggi maupun sangat rendah (0%). Sedangkan yang termasuk dalam kategori rendah hanya sejumlah 1 orang (5%). Jumlah terbanyak dalam kategori rendah yakni sejumlah 19 orang (95%). Untuk kesiapan dari segi sumber/media pembelajaran di dapatkan ada 9 (45%) orang guru sejarah yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, yang termasuk dalam kategori tinggi ada 10 orang guru (50%). Sedangkan untuk kategori rendah ada 1 orang (5%). Namun tidak ada (0%) guru yang termasuk dalam kategori sangat rendah. Untuk kesiapan dari segi metode pembelajaran didapatkan 5 orang guru (25%) yang termasuk dalam kategori sangat tinggi dalam menyiapkan metode pembelajaran setiap akan mengajar. Untuk kategori tinggi sejumlah 11 orang (55%), sedangkan untuk kategori rendah sejumlah 4 orang (20%). Namun tidak ada (0%) seorang guru pun yang termasuk dalam kategori sangat rendah. Untuk kategori teknik evaluasi didapatkan kategori sangat tinggi sejumlah 5 orang (25%), sedangkan untuk kategori rendah juga sejumlah 5 orang (25%). Jumlah terbanyak dalam kategori tinggi yakni sejumlah 10 orang (50%). Namun tidak ada yang termasuk dalam kategori sangat rendah (0%). Sedangkan untuk kesiapan dari segi mental terdapat seorang guru sejarah yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan kategori rendah (1%). Jumlah tertinggi ada pada guru dalam kategori tinggi, yaitu 18 orang (90%). Sengkan untuk kategori sangat rendah tidak ada (0%). Setelah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diterapkan di sekolah-sekolah khususnya di SMA Negeri di kabupaten Brebes Utara, diperoleh hasil belajar khususnya pada mata pelajaran sejarah dengan nilai yang baik, yaitu antara 70-80. Sedangkan untuk pengaruh tentang kesiapan mengajar guru sejarah SMA Negeri di Kabupaten Brebes Utara yang menggunakan KTSP dengan hasil belajar siswa diketahui nilai t sebesar 3.111 dengan taraf kesalahan 5% dan derajat kebebasan (dk) = (20-2) = 18 sedangkan t(0.975)(18) = 2.10. Karena t berada di daerah penolakan Ho, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi tersebet signifikan atau dapat dikatakan bahwa ada pengaruh antara kesiapan mengajar guru sejarah menggunakan KTSP dengan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kesiapan mengajar guru sejarah menunjukkan kategori sangat tinggi 1 orang (5%), kategori tinggi sejumlah 18 orang (90%), dan kategori rendah 1 orang (5%). Sedangkan untuk kategori sangat rendah tidak ada (0%). Sedangkan hasil belajar siswa setelah diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah-sekolah khususnya di SMA Negeri di kabupaten Brebes Utara, diperoleh hasil belajar khususnya pada mata pelajaran sejarah dengan nilai yang baik. Selain itu, ada pengaruh antara kesiapan mengajar guru sejarah SMA Negeri di Kabupaten Brebes Utara setelah menggunakan KTSP dengan hasil belajar siswa tahun ajaran 2007/2008. Dari hasil uji keberartian koefisien korelasi tersebut diketahui nilai t sebesar 3.111 dengan taraf kesalahan 5% dan derajat kebebasan (dk) = (20-2) = 18 sedangkan t(0.975)(18) = 2.10. Karena t berada di daerah penolakan Ho, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan atau dapat dikatakan bahwa ada pengaruh antara kesiapan mengajar guru sejarah dengan hasil belajar siswa.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kesiapan, Hasil Belajar, Sejarah
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
L Education > LB Theory and practice of education > LB2361 Curriculum
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah, S1
Depositing User: dwi perpus unnes
Date Deposited: 19 Apr 2011 21:36
Last Modified: 25 Apr 2015 00:30

Actions (login required)

View Item