Pengembangan Sikap Kemanusiaan Siswa Dalam Kegiatan PMR Di SMA N 1 Demak

Ali Matoha , 3401408005 (2012) Pengembangan Sikap Kemanusiaan Siswa Dalam Kegiatan PMR Di SMA N 1 Demak. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Kemanusiaan merupakan sebuah sikap universal yang harus dimiliki setiap umat manusia di dunia yang dapat melindungi dan memperlakukan manusia sesuai dengan hakikat manusia yang bersifat manusiawi, karena dalam kehidupan manusia memiliki naluri yang dapat menimbulkan sikap yang negatif dan juga mampu menumbuhkan sikap yang positif, Masalah kemanusiaan dapat menimpa generasi muda kita karena mereka yang masih rentan dan labil terhadap pengaruh negatif yang mampu merusak moral, sikap dan perilaku mereka, banyak kasus pengikisan moral dan hilangnya rasa kemanusiaan para remaja. Dengan pencerminan tersebut bahwa sangat diperlukan pendidikan yang mengarahkan pada kemanusiaan terutama pada generasi muda, karena generasi muda adalah harapan bangsa dan tumpuan bangsa. Melalui kegiatan PMR terciptanya kegiatan-kegiatan yang positif yang mampu mengajak siswa untuk mengembangkan sikap kemanusiaannya, PMR merupakan kegiatan ekstrakurikuler dalam bidang kemanusiaan sehingga sangat cocok untuk pembentukan sikap, perilaku, moral dan kepribadian siswa terhadap rasa kemanusiaannya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pengembangansikap kemanusiaan siswa dalamkegiatanPalang Merah Remaja di SMA Negeri 1 Demak? (2) Apa sajakah Faktor penunjang dan penghambat pengembangan sikap kemanusiaan siswa dalam kegiatan Palang Merah Remaja di SMA Negeri 1 Demak? (3) Bagaimanakah cara mengatasi hambatan-hambatan pengembangan sikap kemanusiaan siswa dalam kegiatan Palang Merah Remaja di SMA Negeri 1 Demak? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 1 Demak Kabupaten Demak. Fokus penelitian adalah Kegiatan kemanusiaan Palang Merah Remaja yaitu Bentuk-bentuk kegiatan kemanusiaan,Kegiatan yang mengembangkan sikap kemanusiaan siswa, pengembangan sikap kemanusiaan siswa, meliputi: metode, materi, dan pelatihan yang digunakan, waktu pelaksanaan, dan partisipasi siswa di sekolah, faktor penunjang dan penghambat yaitu penunjang internal dan eksternal, penghambat internal dan eksternal, cara mengatasi hambatan-hambatan yaitu dengan alternatif solusi dan tindakan yang dilakukan. Sumber data dalam penelitian ini adalah Pembina PMR, Pelatih PMR, Anggota PMR serta dokumen-dokumen tertulis seperti arsip dan dokumen resmi lainnya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan metode triangulasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pembiasaan yang dilakukan untuk pengembangan sikap kemanusiaan untuk menghayati dan mengamalkan perbuatannya untuk manusia melalui kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh siswa dalam PMR seperi donor darah, menjaga kesehatan di UKS, peringatan hari AIDS, bakti sosial, menjaga posko lebaran, menggalang sumbangan untuk bencana alam, menyiapkan logistik untuk bencana alam di PMI. Pengembangan sikap kemanusiaan dilakukan dengan pembinaan pelatih terhadap siswa dengan memperhatikan aspek moral knowing, moral feeling, moral action untuk dapat berperilaku baik dalam kemanusiaan dan pelatihan-pelatihan yang diberikan seperti dalam PP, PK, PRS, Donor darah, kepemimpinan, kesiapsiagaan Bencana serta keterampilan yang diperoleh. Faktor penunjang internal siswa anggota PMR, partisipasi siswa-siswa disekolah, lingkungan sekolah yang mendukung. Faktor penunjang eksternal sekolah memfasilitasi kegiatan PMR, pelatih PMR, KSR, dan PMI pihak luar sekolah yang membantu pengembangan sikap kemanusiaan siswa dalam PMR. Faktor penghambat internal ada beberapa siswa yang masih kurang kesadarannya dalam meningkatkan kegiatan PMR. Faktor eksternal sekolah kurang mendukung kegiatan yang dilakukan siswa diluar sekolah, kurangnya pembinaan ekstrakulikuler PMR baik dari sekolah maupun pembina PMR. Cara mengatasi hambatan dengan memberikan solusi bagi siswa untuk dapat bersikap mandiri dengan mengumpulkan koran bekas untuk ditimbun sebagai tambahan dana, tindakan yang dilakukan kegiatan diluar sekolah tetap di adakan dengan koordinasi PMI. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa pengembangan sikap kemanusiaan siswa di SMA N 1 Demak melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dapat mengamalkan Pancasila melalui Ekaprasetia Pancakarsa dalam Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pengembangan sikap kemanusiaan siswa memperhatikan aspek moral knowing, moral feeling, moral action . Faktor penunjang internal dari siswa, partisipasi siswa disekolah, lingkungan yang mendukung, faktor eksternal dari sekolah faktor, pelatih PMR, KSR, dan PMI. Faktor penghambat internal kesadaran dari siswa dan faktor penghambat eksternal kurangnya dukungan penuh dari sekolah maupun pembina PMR. Cara mengatasi menumbuhkan kemandirian siswa dan mengusahakan kegiatan diluar sekolah untuk menambah pengalaman belajar. Saran bagi pelatih PMR dan anggota PMR kegiatan kemanusiaan dalam PMR terus dikembangkan dengan ide dan kreatifitas untuk meningkatkan sikap kemanusiaan siswa yang tinggi. Bagi sekolah pembinaan ekstrakulikuler PMR sangat diperlukan karena di dalamnya terkandung pendidikan nilai dan karakter untuk peserta didik. Bagi pembina PMR dukungan serta perhatiannya dan usaha untuk ikut membantu memecahkan hambatan yang muncul dalam kegiatan PMR ataupun usaha untuk mengembangkan kegiatan PMR sangat diperlukan

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Sikap Kemanusiaan Siswa, Kegiatan PMR
Subjects: H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 15 Oct 2012 23:30
Last Modified: 15 Oct 2012 23:30

Actions (login required)

View Item