Pengembangan Sektor-Sektor Ekonomi Di Tiap Kecamatan Di Kabupaten Magelang

Rifki Adhitama, 7450408013 (2012) Pengembangan Sektor-Sektor Ekonomi Di Tiap Kecamatan Di Kabupaten Magelang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Kinerja perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari nilai PDRB dan laju pertumbuhan ekonominya. Menurut Klassen Tipologi tiap kecamatan di Kabupaten Magelang sebanyak 10 kecamatan yaitu Kec. Salaman,Windusari, Ngluwar, Dukun, Sawangan, Candimulyo, Kajoran, Kaliangkrik, Bandongan dan Tegalrejo dari total 21 kecamatan di Kabupaten Magelang merupakan kecamatan yang masuk dalam kriteria derah relatif tertinggal. Hanya terdapat 4 kecamatan yaitu Kec. Salam,Muntilan, Srumbung dan Ngablak yang termasuk dalam kriteria cepat maju dan tumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan perencanaan sektoral mengenai sektor unggulan, mengindentifikasi keterkaitan interaksi ekonomi yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang dengan daerah–daerah disekitarnya dan menyusun strategi perencanaan pengembangan di tiap kecamatan di Kabupaten Magelang. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif. Definisi variabel dalam penelitian ini yaitu Sektor yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, sektor unggulan dan keterkaitan interaksi dengan daerah sekitarnya. Data berupa data sekunder yang diperoleh dari BPS provinsi Jawa Tengah, BPS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan BPS Kabupaten Magelang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Location Quotient (LQ), Shift-Share, Klassen Tipologi Pendekatan Sektoral, dan Model gravitasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: sektor jasa, sektor pertanian dan sektor perdagangan di Kabupaten Magelang mendominasi sektor unggulan yang ada ditiap kecamatan di Kabupaten Magelang. Tercatat terdapat 9 kecamatan yang memiliki sektor unggulan disektor jasa, 8 kecamatan yang memiliki keunggulan disektor pertanian dan 7 kecamatan yang memiliki keunggulan disektor perdagangan. Nilai indeks gravitasi Kota Magelang menunjukkan nilai gravitasi tertinggi dan memiliki kecenderungan yang meningkat hanya menurun pada tahun 2010. Kota Magelang memiliki keeratan hubungan dengan Kabupaten Magelang dibanding dengan Kabupaten lain. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan sektor pertanian yang terdiri dari Kecamatan Kajoran, Bandongan, Borobudur, Tegalrejo, Sawangan, Pakis, Srumbung dan Ngablak. Untuk sektor pertambangan kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan sektor pertambangan & galian yang terdiri dari Kecamatan Windusari, Borobudur, Mungkid dan Salam. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan sektor industri pengolahan yang terdiri dari Kecamatan Tempuran, dan Mertoyudan. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan sektor listrik, gas dan air yang terdiri dari Kecamatan Tempuran, Mungkid dan Salaman. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan sektor bangunan yang terdiri dari Kecamatan Ngluwar, Muntilan, Candimulyo dan Salam. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang terdiri dari Kecamatan Borobudur, Mungkid, Candimulyo, Mertoyudan, Sawangan dan Kecamatan Secang. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan sektor transportasi & komunikasi yang terdiri dari Kecamatan Borobudur, Mungkid, Mertoyudan, Muntilan dan Secang. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan di sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang terdiri dari Kecamatan Kajoran, Sawangan, Ngluwar, Bandongan dan Grabak. Kecamatan yang direkomendasikan sebagai area pengembangan di sektor jasa yang terdiri dari Kecamatan Windusari, Dukun, Ngluwar, Salaman, Muntilan, Secang, Tegalrejo, Ngablak, dan Pakis. Saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil temuan dalam penelitian yaitu pemerintah daerah Kabupaten Magelang dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi khususnya mengenai pengembangan sektor ekonomi agar tetap berdasarkan potensi yang dimiliki, dengan melalui arah kebijakan yang tepat, yaitu dengan perencanaan pengembangan sekor ekonomi sehingga melalui kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mendorong pembangunan kecamatan tertinggal. Perlu dikembangkan kerjasama secara intensif dan berkelanjutan dengan daerah sekitar Kabupaten Magelang. Sektor wisata yang menjadi salah satu unggulan di Kabupaten Magelang dapat dimaksimalkan dengan cara seperti pembuatan klaster-klaster wisata dengan daerah sekitar.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Klassen Tipologi; Location Quotient; Model Gravitasi; Shift Share; Strategi Pengembangan,
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
Depositing User: budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 01 Oct 2012 20:57
Last Modified: 01 Oct 2012 20:57

Actions (login required)

View Item