Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Pokok Kubus dan Balok Kelas VIII Semester 2 SMP Sultan Agung 3 Jepara.


Ari Widyastuti, 4101405545 (2012) Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Pokok Kubus dan Balok Kelas VIII Semester 2 SMP Sultan Agung 3 Jepara. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Pokok Kubus dan Balok Kelas VIII Semester 2 SMP Sultan Agung 3 Jepara.] Microsoft Word (Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Pokok Kubus dan Balok Kelas VIII Semester 2 SMP Sultan Agung 3 Jepara.) - Published Version
Download (14kB)

Abstract

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan para peserta didiknya untuk sesuatu profesi atau jabatan, Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah matematika. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat dipilih adalah pembelajaran berbasis proyek. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) apakah kemampuan memecahkan masalah matematika peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek pada materi pokok kubus dan balok lebih baik dari kemampuan memecahkan masalah matematika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional berbantuan kartu masalah? (2) apakah persentase ketuntasan belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek pada materi pokok kubus dan balok lebih baik dari persentase ketuntasan belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran konvensional bebantuan kartu masalah? Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VIII SMP Sultan Agung 3 Jepara. Sampel sebanyak dua kelompok yaitu kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran berbasis proyek sedangkan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional berbantuan kartu masalah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes dan metode observasi. Rata-rata tes kemampuaan memecahkan masalah kelas eksperimen adalah 74,84 dan kelas kontrol 69,34. Dari hasil perhitungan uji perbedaan rata-rata kedua kelas diperoleh thitung = 6,95 dan ttabel = 1,99. Karena thitung > ttabel maka h0 ditolak sehingga rata-rata kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Selanjutnya untuk mengetahui persentase ketuntasan peserta didik digunakan uji proporsi satu pihak. Dari hasil perhitungan diperoleh Z hitung = 2,093 dan Ztabel = 1,64. Karena Zhitung ≥ Ztabel maka h0 ditolak sehingga persentase ketuntasan peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan persentase ketuntasan kelas kontrol. Aktivitas peserta didik pada pertemuan pertama dan kedua kelas eksperimen adalah 75 % dan 82,14 % dan kelas kontrol 71,42 % dan 78,57 %. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan memecahkan masalah matematika peserta didik kelas eksperimen lebih baik dari kemampuan memecahkan masalah matematika peserta didik kelas kontrol, persentase ketuntasan belajar peserta didik kelas eksperimen lebih baik dari persentase ketuntasan belajar peserta didik kelas kontrol dan aktivitas peserta.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Model pembelajaran berbasis proyek, kemampuan memecahkan masalah matematika
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
Q Science > QA Mathematics
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 01 Oct 2012 07:15
Last Modified: 01 Oct 2012 07:15
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/15653

Actions (login required)

View Item View Item