Interaksi Sosial antara Warga Pendatang Pekerja PLTU Sluke dengan Warga Setempat Desa Leran Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang


Rudy Yusriadi Meihantoro, 3501408066 (2012) Interaksi Sosial antara Warga Pendatang Pekerja PLTU Sluke dengan Warga Setempat Desa Leran Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Interaksi Sosial antara Warga Pendatang Pekerja PLTU Sluke dengan Warga Setempat Desa Leran Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang] Microsoft Word (Interaksi Sosial antara Warga Pendatang Pekerja PLTU Sluke dengan Warga Setempat Desa Leran Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang) - Published Version
Download (32kB)

Abstract

Pembangunan PLTU Sluke yang didirikan di Desa Leran menjadikan terbukanya lapangan pekerjaan baru, sehingga banyak warga setempat yang berkerja di PLTU Sluke. Warga setempat tidak sendirian berkerja di PLTU Sluke, banyak juga warga pendatang yang sengaja datang ke Desa Leran dan berkerja di PLTU Sluke. Warga pendatang yang berkerja di PLTU Sluke tinggal bersama dengan warga setempat dalam satu Desa. Warga pendatang yang tinggal di Desa Leran hidup bersama dan mulai berinteraksi dengan warga setempat, interaksi seperti apa yang terjadi antara pekerja PLTU dengan warga setempat ketika saling berhubungan dengan adanya pembangunan PLTU Sluke, dan ada juga faktor pendorong dan penghambat dalam proses berinteraksi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana interaksi sosial antara warga pendatang pekerja PLTU Sluke dengan warga setempat di Desa Leran, (2) apa faktor pendukung dan penghambat dalam proses interaksi warga pendatang pekerja PLTU Sluke dengan warga setempat Desa Leran. Penelitian yang mengkaji fenomena tentang interaksi sosial antara warga pendatang pekerja PLTU Sluke dengan warga setempat desa Leran menggunakan konsep pembangunan dan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian di Desa Leran Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang. Sumber data penelitian adalah warga setempat Desa Leran, warga pendatang pekerja PLTU Sluke, perangkat Desa dan serta dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan warga setempat Desa Leran, warga pendatang pekerja PLTU Sluke, perangkat Desa Leran yang terlibat interaksi antara warga pendatang pekerja PLTU Sluke dengan warga setempat Desa Leran serta dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai interaksi yang ditunjukan warga setempat Desa Leran dengan warga pendatang dalam bidang sosial dan budaya. Bidang sosial ditunjukkan dengan terjalinnya interaksi ketika salah satu keluarga warga setempat yang meningal, warga pendatang ikut berbelasungkawa dengan ikut tahlil. Interaksi dalam bidang sosial juga terjalin ketika warga saling bertemu di jalan saling memberi simbol dengan bersapa dan tersenyum. Interaksi juga nampak pada kagiatan kerja bakti yang dilaksanakan setiap sebulan sekali yang diikuti oleh warga setempat dan sebagian warga pendatang. Interaksi dalam bidang budaya diantaranya ketika ada acara Desa sedekah bumi yang diikuti oleh warga setempat yang juga diikuti oleh sebagian warga pendatang. Keluarga pekerja PLTU Sluke yang ikut tinggal bersama di Desa Leran juga mengikuti acara selapanan, meskipun tidak semua mengikutinya. Hal ini senada dengan Soekanto (2002:75) yang menjelaskan tentang bentuk interaksi sosial asosiatif dengan berkerjasama yang merupakan bentuk utama dari proses interaksi, karena pada dasarnya interaksi yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama, meskipun ada kalanya terjadi pertentangan. Faktor yang mendukung terjalinnya interaksi sosial adalah antara warga setempat dan warga pendatang terkumpul menjadi satu dalam satu pekerjaan dan satu Desa. Faktor yang menghambat terjainnya interaksi adalah kendala kurangnya waktu untuk bertemu dan perbedaan sosial budaya. Hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa, (1) Desa Leran biasa mengadakan kegiatan Desa yang diikuti oleh warga setempat dan sebagian warga pendatang, misalnya kegiatan sedekah bumi, pengajian keagamaan, kerja bakti dan yang lainnya, biasanya tidak mengikutsertakan warga pendatang menjadi panitia acara Desa. (2) Interaksi sosial yang terjalin antara warga pendatang dengan warga setempat Desa Leran dipengaruhi oleh tujuan pribadi masing-masing individu. Saran yang dapat penulis rekomendasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagi pihak PLTU Sluke, penulis menyampaikan kepada pihak PLTU Sluke ketika ada kegiatan pertemuan rutin dengan pemerintah Desa Leran untuk menyampaikan bahwa dari pihak PLTU Sluke bisa membantu Desa Leran dalam berbagai kegiatan Desa Leran dalam bentuk sumbangan dana atau matrial, sehingga Desa tidak begitu keberatan menanggung pelaksanaan kegiatan Desa. (2) bagi pemerintah Desa Leran, penulis menyampaikan kepada pemerintah Desa Leran ketika ada kegiatan pertemuan rutin dengan sebagian warga untuk menyampaikan bahwa pemerintah Desa mempunyai peranan penting dalam interaksi warga setempat Desa Leran dengan warga pendatang untuk bisa hidup bersama meskipun mempunyai perbedaan latar belakang sosial budaya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Interaksi, Warga, Pekerja, PLTU
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 12 Sep 2012 02:42
Last Modified: 12 Sep 2012 02:42
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/15300

Actions (login required)

View Item View Item