Kondisi Emosi Siswa Setelah Mengikuti Modifikasi Permainan Bola Besar Siswa Kelas VII B SMP N 8 Semarang

A Andi Kristianto, 6101408233 (2012) Kondisi Emosi Siswa Setelah Mengikuti Modifikasi Permainan Bola Besar Siswa Kelas VII B SMP N 8 Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Sejak kecil hingga dewasa, dalam keluarga maupun di sekolah, kita dididik untuk lebih mengandalkan rasio dari pada emosi, oleh karena itu kita perlu menjaga keseimbangan antara rasio dan emosi. Kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ). Permasalahan penelitian ini adalah kondisi emosi di Kelas VII B SMP N 8 Semarang belum pernah diukur serta, perlu adanya cara untuk memberi pemahaman dan meningkatkan kondisi emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi emosi siswa setelah mengikuti serangkaian modifikasi permainan bola besar siswa Kelas VII B SMP N 8 Semarang. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah Siswa Kelas VII B SMP 8 N Semarang tahun ajaran 2011/2012 yang terdiri dari 36 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Siklus pertama Tes kecerdasan emosional diberikan kepada siswa dan dilanjutkan dengan pemberian perlakuan kepada siswa burupa permainan bola tembak dan siklus kedua pemberian perlakuan berupa permainan mini footsal game dan diakhir pembelajaran diberikan Tes kecerdasan emosional. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran penjasorkes berlangsung dengan menggunakan Tes kecerdasan emosional dan dokumentasi. Adapun data yang diperoleh Tes kecerdasan emosional dianalisis dengan menghitung rumus perhitungan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan analisis data penelitian menunjukkan korelasi yang baik untuk setiap faktor yang diteliti. Pada kualifikasi EQ Sangat Baik, Baik, Rata – Rata dan Membutuhkan Perbaikan.pada siklus I banyak siswa yang harus membutuhkan perbaikan pada setiap aspek EQ, pada siklus II terjadi pengurangan siswa yang harus membutuhkan perbaikan dan peningkatan pada kualifikasi EQ sangat baik dan baik.. Dari hasil data yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan model pembelajaran permainan dapat mempengaruhi dan mengembangkan kondisi emosi. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat digukanan sebagai pembelajaran oleh guru penjas di SMP N 8 Semarang, dan dapat dikembangkan kembali oleh guru pejas dengan berbagai macam modifikasi yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kondisi Emosi Melalui Modifikasi Permainan.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
O Sport > Education, Training, Research
Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 10 Sep 2012 23:33
Last Modified: 10 Sep 2012 23:33

Actions (login required)

View Item