Profil Pendidikan Moral Anak Jalanan di Taman Siswa Hati Mulia Kota Semarang

Ahmad Nashih, 3401407096 (2012) Profil Pendidikan Moral Anak Jalanan di Taman Siswa Hati Mulia Kota Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Anak jalanan biasanya mendapatkan pendidikan bersumber dari informasi yang diperoleh di jalanan, sehingga menyebabkan anak jalanan membentuk pengetahuan mereka sesuai dengan yang dilihat, didengar dan yang dirasakannya di jalanan. Perilaku mereka banyak yang menyimpang dari moral. Bagi anak-anak yang seperti itu alangkah baiknya jika mereka dibina dalam suatu lembaga sosial. Misalnya berada dalam panti sosial anak seperti rumah singgah atau organisasi sosial anak lainnya. Permasalahan yang dikaji adalah tentang profil anak jalanan, tentang pelaksanaan pengajaran pendidikan moral, dan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengajaran pendidikan moral di Hati Mulia. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi positif bagi pemerhati anak jalanan khususnya tentang pendidikan moral pada anak jalanan. Bagi Pengajar Taman Siswa Hati Mulia diharapkan menjadi masukan sebagai bahan pertimbangan untuk penyempurnaan program pelayanan sosial anak jalanan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini di Taman Siswa Hati Mulia Kota Semarang. Fokus penelitian ini adalah profil anak jalanan di Hati Mulia dilihat dari segi latar belakang keluarga serta kehidupannya di jalanan. Pelaksanaan pengajaran pendidikan moral di Hati Mulia meliputi aspek agama, sosial, dan individu, serta dilihat juga dari segi pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam pengajaran moral, dan faktor pendukung dan faktor penghambatan yang dihadapi Hati Mulia dalam upaya pembinaan moral anak jalanan. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak jalanan, pengajar Hati Mulia serta dokumen-dokumen tertulis seperti arsip dan dokumen resmi lainnya. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan metode angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan metode triagulasi. Metode ini menganalisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Anak jalanan yang belajar di Taman Siswa Hati Mulia berasal dari sekitar daerah banjir kanal timur. Biasanya mereka bekerja di jalan sebagai pengemis, pengamen, dan penjual koran. Alasan yang paling menonjol mengapa anak turun ke jalan karena faktor kemiskinan, faktor lain yang menyebabkan anak turun ke jalan adalah faktor ajakan teman dan faktor ingin memiliki uang sendiri. Pengajaran pendidikan moral di Hati Mulia terdiri dari tiga bagian yaitu pengajaran moral yang berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan dirinya sendiri. Penyusunan pengajaran ini tidak berdasarkan kurikulum yang dibuat oleh pengurus Hati Mulia tetapi disesuaikan dengan aturan norma yang berlaku di masyarakat. Agar proses pembelajaran tercapai, strategi pendekatan yang dilakukan pengurus adalah pendekatan personal dan pendekatan keluarga. Pengajaran moral yang dilakukan pengurus di Hati Mulia menggunakan pendekatan klarifikasi nilai yaitu mengutamakan pada menumbuhkan kesadaran anak dan mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk mengetahui potensi diri serta membantu menumbuhkan sikap berpikir rasional dan emosional anak dalam menilai perasaan dan tingkah laku mereka sendiri. Selain itu pengajaran moral di Hati Mulia juga menggunakan pola perkembangan moral kognitif. Problematika yang dihadapi pengurus Hati Mulia dalam mengajarkan pendidikan moral adalah kedisiplinan anak serta tidak semua orang tua anak jalanan mendukung kegiatan anaknya untuk belajar di Hati Mulia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Anak jalanan yang belajar di Taman Siswa Hati Mulia berasal dari sekitar daerah banjir kanal timur. Biasanya mereka bekerja di jalan sebagai pengemis, pengamen, dan penjual koran. Alasan yang paling menonjol mengapa anak turun ke jalan karena faktor kemiskinan, faktor lain yang menyebabkan anak turun ke jalan adalah faktor ajakan teman dan faktor ingin memiliki uang sendiri. Pengajaran pendidikan moral di Hati Mulia berupa pengajaran moral yang berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, serta pengajaran moral yang berhubungan dengan diri sendiri. Faktor pendukung dalam pengajaran pendidikan moral di Taman Siswa Hati Mulia yaitu motivasi anak, dukungan pengurus, dan dukungan orang tua. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat yaitu sulitnya menerapkan disiplin pada anak jalanan untuk datang dua kali dalam seminggu, karakter anak yang berbeda, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta sumber dana yang terbatas. Saran untuk Taman Siswa Hati Mulia agar pengajaran pendidikan moral ini dapat tercapai dengan maksimal,dalam penyampaian pengajaran lebih berinovatif dan kreatif agar anak merasa tertarik untuk datang belajar di Taman Siswa Hati Mulia. Seperti pengajar dalam menyampaikan materi harus interaktif dan komunikatif agar anak tidak bosan serta permainan-permainan yang dilaksanakan untuk pendidikan moral harus lebih bervariasi lagi agar anak tetap merasa senang dalam proses pengajaran moral. Sedangkan untuk Pemerintah sebaiknya lebih meningkatkan perhatian terhadap anak jalanan serta rumah singgah atau tempat-tempat lainnya yang berfungsi untuk memberdayakan anak jalanan. Seperti mengadakan pelatihan bagi anak jalanan maupun pelatihan untuk pengurus rumah singgah atau organisasi sosial anak lainnya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Profil, Moral, Anak Jalanan
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 03 Sep 2012 22:49
Last Modified: 03 Sep 2012 22:49

Actions (login required)

View Item