Profil Kekuatan Atlet Pelatihan Jangka Panjang (PJP) Jawa Tengah Cabang Olahraga Angkat Besi / Angkat Berat dan Binaraga PON XVII dari Tahun 2005 - 2006

Budi Haryanto, 6250402042 (2006) Profil Kekuatan Atlet Pelatihan Jangka Panjang (PJP) Jawa Tengah Cabang Olahraga Angkat Besi / Angkat Berat dan Binaraga PON XVII dari Tahun 2005 - 2006. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (407Kb)
    [img]
    Preview
    PDF (Profil Kekuatan Atlet Pelatihan Jangka Panjang (PJP) Jawa Tengah Cabang Olahraga Angkat Besi / Angkat Berat dan Binaraga PON XVII dari Tahun 2005 - 2006) - Published Version
    Download (407Kb)

      Abstract

      Permasalahan penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah profil kekuatan Atlet PJP Jawa Tengah Cabang Angkat Besi/Angkat Berat dan Bina Raga PON XVII tahun 2005 dan 2006? 2) Apakah ada peningkatan kekuatan pada Atlet PJP Jawa Tengah Cabang Angkat Besi, Angkat Berat dan Bina Raga PON XVII dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2006? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan Atlet PJP Jawa Tengah Cabang Olahraga Angkat Besi/Angkat Berat dan Bina Raga PON XVII tahun 2005 dan 2006. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PJP Propinsi Jawa Tengah tahun 2006 cabang olahraga Angkat Besi/Angkat Berat dan Bina Raga PON XVII sebanyak 22 orang yang terdiri atas 12 putra dan 10 putri. Sampel diambil secara purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Sampel yang diambil adalah atlet yang mengikuti tes kekuatan tahun 2005 dan tahun 2006. Sampel yang diambil sebanyak 14 atlet. Variabel dalam penelitian ini adalah kekuatan pada Atlet PJP Jawa Tengah Cabang Angkat Besi/Angkat Berat dan Bina Raga PON XVII tahun 2006. Data kondisi fisik diambil melalui teknik dokumentasi. Instrumen yang diginakan yaitu back dynamometer untuk mengetahui kekuatan otot punggung, leg dynamometer untuk mengetahui kekuatan otot tungkaki, push dynamometer untuk mengetahui kekuatan dorong otot bahu, pull dynamometer untuk mengetahui kekuatan tarik otot bahu, hand grip kanan untuk mengetahui kekuatan peras tangan kanan, hand grip kiri untuk mengeahui kekuatan peras tangan kiri dan sit up untuk mengetahui kekuatan otot perut. Analisis data menggunakan deskriptif prosentase dan uji t. Deskriptif prosentase untuk mengetahui gambaran kondisi fisik atlet, sedangkan uji t untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kekuatan atlet. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 71,4% atlet pada tahun 2005 kekuatannya dalam kategori sedang, selebihnya 28,6% dalam kategori baik. Pada tahun 2006 sebanyak 92,9% memiliki kekuatan yang sedang, hanya 7,1% yang berada dalam kategori baik. Rata-rata kekuatan pada tahun 2005 untuk atlet putra sebesar 7,214 dan pada tahun 2006 naik sebesar 1,98% menjadi 7,353. Untuk atlet putri pada tahun 2005 sebesar 7,667 dan mengalami penurunan sebesar 2,48% pada tahun 2006 menjadi 7,476. Berdasarkan hasil uji t diperoleh thitung = 0,000 dan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 14-1 diperoleh ttabel = 2,16. Terlihat bahwa nilai thitung (0,000) < ttabel (-2,16) yang berarti bahwa tidak ada peningkatan kekuatan yang signifikan. Simpulan penelitian ini yaitu rata-rata kekuatan dari tahun 2005-2006 untuk atlet putra naik dan atlet putri mengalami penurunan, maka kepada pelatih hendaknya segera membenahi pelaksanaan latihan yang sudah dilakukan, sehingga akan menghasilkan kekuatan yang baik serta memperhatikan faktorfaktor yang mendukung, sehingga dengan kekuatan yang baik mereka lebih siap dalam mengikuti PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur.

      Item Type: Thesis (Under Graduates)
      Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
      Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Ilmu Keolahragaan, S1
      Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
      Date Deposited: 13 Apr 2011 23:45
      Last Modified: 25 Apr 2015 00:26

      Actions (login required)

      View Item