Troubleshooting sistem pneumatik pada mesin bor dengan kontrol elektropneumatik.

Anggun Achmad S., 5250303014 (2006) Troubleshooting sistem pneumatik pada mesin bor dengan kontrol elektropneumatik. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Troubleshooting sistem pneumatik pada mesin bor dengan kontrol elektropneumatik.) - Published Version
Download (1908Kb)

    Abstract

    Proses kerja mesin bor terutama dalam industri membutuhkan kinerja dan proses yang cepat. Kontrol secara manual mengakibatkan hasil produksi menjadi lama dan mungkin terhambat, sehingga memerlukan aplikasi dalam mesin bor untuk menggantikan kontrol secara manual. Salah satu aplikasi dalam mesin bor untuk menggantikan kontrol secara manual adalah dengan pneumatik. Kontrol kerja mesin bor secara manual dapat digantikan dengan kontrol otomatis agar lebih simple dalam pengerjaan, salah satunya adalah dengan menggunakan kontrol elektropneumatik. Keuntungan memakai kontrol kerja dengan elektropneumatik adalah 1. Kontrol kerja diatur secara elektronik sehingga tidak menggunakan kontrol secara manual 2. Pneumatik menggunakan udara sebagai fluida atau tenaga sehingga aman tidak mudah meledak 3. Sistem pneumatik memiliki daya yang cukup besar sehingga dapat melakukan kerja pengeboran secara optimal 4. Efisiensi yang dihasilkan tinggi karena dikontrol secara elektonik.. Komponen-komponen penyusun yang terdapat dalam mesin bor dengan kontrol elektropneumatik terdiri dari; Unit tenaga yang mencangkup kompresor, tangki udara bertekanan dan air service unit ; Elemen kerja yang mencangkup silinder; Unit pengatur yang mencangkup katup solenoid dan katup cekik serta Rangkaian kontrol sebagai sistem kontrol penggerak. Troubleshooting yang umumnya terjadi pada mesin bor dengan sistem elektropneumatik antara lain silinder tidak dapat turun, silinder dapat turun tetapi tidak dapat naik, silinder bersuara kasar ketika bergerak naik/turun, gerakan silinder terlalu cepat/lambat/tersendat-sendat, silinder cepat panas, silinder cekam tidak dapat maju atau tidak dapat mundur, silinder cekam maju tersendat-sendat, katup bocor, katup solenoid panas, manometer tidak dapat berfungsi, dan sistem pelumasan terhambat. Perawatan merupakan suatu usaha untuk menjaga komponen agar tidak terjadi kerusakan. Tindakan perawatan diperlukan untuk memperpanjang efesiensi yang optimal dan memperpanjang umur dari unit itu sendiri. Diskusikan dengan operator apabila terdapat perbedaan-perbedaan atau keadaan yang tidak biasa dari sistem.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Mesin, D3
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 13 Apr 2011 23:22
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:25

    Actions (login required)

    View Item