Gaya Bahasa dalam Janturan Wayang Karya Ki Nartosabdho


Budi Raharjo, 2102406670 (2012) Gaya Bahasa dalam Janturan Wayang Karya Ki Nartosabdho. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Gaya Bahasa dalam Janturan Wayang Karya Ki Nartosabdho] Microsoft Word (Gaya Bahasa dalam Janturan Wayang Karya Ki Nartosabdho) - Published Version
Download (30kB)

Abstract

Janturan merupakan bagian dari pertunjukan wayang. Janturan dapat diartikan sebagai gambaran visualisasi cerita terhadap tokoh, suasana, dan tujuan pementasan wayang. Hal tersebut digunakan untuk membentuk imajinasi pendengar kepada tujuan tertentu. Deskripsi janturan wayang dan fungsi gaya bahasa janturan wayang karya Ki Nartosabdho menjadi bahasan penting dalam penelitian ini. Makna gaya bahasa yang dimaksud adalah wujud ungkapan khas berbentuk lisan atau tulis yan dihasilkan pengarang dalam menyampaikan ide atau gagasan untuk mencapai estetika tertinggi. Cakupan teori yang digunakan dalam gaya bahasa adalah 1) pilihan kata, 2) morfologi, 3) fraseologi, dan 4) gaya kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural semiotika dengan model pembahasan deskriptif analisis. Teknik yang digunakan adalah membaca dan mencatat gaya bahasa yang terkandung dala janturan wayang. Deskripsi gaya bahasa janturan wayang terdiri atas tiga bagian, yaitu 1) deskripsi tempat, 2) deskripsi tokoh, 3) deskripsi peristiwa. Bentuk gaya bahasa deskripsi tempat, meliputi purwakanthi sastra, purwakanthi swara, purwakanthi lumaksita, dasanama, tembung andhahan, tembung rangkep, tembung camburan, paribasan, bebasan, isbat, kalimat inversi dan kalimat panjang. Bentuk gaya bahasa deskripsi tokoh, meliputi purwakanthi sastra, purwakanthi swara, purwakanthi lumaksita, dasanama tokoh, dasanama, benda-benda mati, plutan, tembung rangkep, andhahan, camboran, paribasan, bebasan, kalimat inversi dan kalimat panjang. Bentuk gaya bahasa deskripsi keadaan, meliputi purwakanthi sastra, purwakanthi swara, purwakanthi lumaksita, dasanama nama tokoh, dasanama benda mati, tembung garba, tembung plutan, tembung rangkep, tembung andhahan, tembung camboran, paribasan, bebasan, kalimat inversi dan kalimat panjang. Fungsi estetis yang ditimbulkan dari bentuk-bentuk gaya bahasa di atas adalah untuk menarik perhatian pendengar maupun pembaca. Keindahan yang ditimbulkan dari pilihan kata, morfologi, fraseologi, maupun kalimat menjadi hal penting dalam janturan wayang. Fungsi komunikatif yang dihasilkan dari penggunaan gaya bahasa juga menjadi pertimbangan matang. Selain mengandung keindahan, maksud dan amanat janturan dapat disampaikan dengan baik. Temuan gaya bahasa janturan wayang ini diharapkan dapat menjadi referensi saat membuat karya sastra semacam janturan wayang. Melalui identifikasi gaya bahasa yang telah dilakukan, para pecinta janturan diharapkan mampu mengembangkan sastra berbentuk janturan wayang.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: gaya bahasa, janturan wayang
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Pendidikan Bahasa dan Sastra
H Social Sciences > HM Sociology
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 13 Aug 2012 08:24
Last Modified: 13 Aug 2012 08:24
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/13811

Actions (login required)

View Item View Item