Upaya Meningkatkan Keterbukaan Diri dalam Komunikasi Antarpribadi Melalui Layanan Bimbingan Kelompok pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 5 Purbalingga Tahun Ajaran 2010/2011

Restu Amalia Safitri, 1301406035 (2011) Upaya Meningkatkan Keterbukaan Diri dalam Komunikasi Antarpribadi Melalui Layanan Bimbingan Kelompok pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 5 Purbalingga Tahun Ajaran 2010/2011. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Fenomena di SMP N 5 Purbalingga khususnya kelas VIII adalah siswa bersikap tidak terbuka, diantaranya siswa meminta uang kepada orang tua dengan menjadikan kebutuhan sekolah sebagai alasan, mengaku sakit untuk menghindari pelajaran, pasif saat di kelas dan tidak terbuka dalam mengakui kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterbukaan diri dalam komunikasi anatarpribadi sebelum dan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. Manfaat penelitian ini untuk memberikan sumbangan bagi pengembangan Bimbingan dan Konseling, menambah pengetahuan bagi guru pembimbing dan memberikan pengalaman bagi siswa serta meningkatkan keterbukaan diri dalam berkomunikasi antarpribadi. Karakteristik keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi meliputi bersikap objektif, bersikap provisional, memahami diri sendiri, memahami orang lain, menerapkan sikap percaya dan menerapkan sikap terbuka. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII B-VIII G SMP N 5 Purbalingga tahun ajaran 2010/2011 yang berkategori keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi sedang, rendah dan sangat rendah. Pengambilan sampel dengan teknik purposive random sampling yaitu diambil 12 siswa untuk kelompok eksperimen dan 12 siswa untuk kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan bimbingan kelompok. Alat pengumpul data menggunakan skala keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi yang diberikan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha. Uji beda untuk sampel menggunakan rumus Chi Kuadrat. Analisis data menggunakan rumus Wilcoxon. Keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi pada kelompok eksperimen sebelum pemberian layanan bimbingan kelompok 49%, tergolong rendah dan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok meningkat menjadi tinggi yaitu 58% sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan rata-rata persentase hasil pretest 51% dan posttest tetap 51%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh Thitung = 11 kurang dari Ttabel = 14 ada pada daerah penolakan Ho berarti keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Simpulan penelitian ini adalah keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Purbalingga tahun ajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini dapat dijadikan referensi bahwa bimbingan kelompok sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi siswa.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: keterbukaan diri dalam komunikasi antarpribadi, bimbingan kelompok
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 16 Jul 2012 23:44
Last Modified: 16 Jul 2012 23:44

Actions (login required)

View Item