Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Pasca Sertifikasi di SMP Se Kota Semarang

Ridwan Edi Saputro, 3401408012 (2012) Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Pasca Sertifikasi di SMP Se Kota Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Seorang guru yang profesional menurut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen harus memiliki kompetensi. Menurut Peraturan Mentri No. 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik, kompetensi guru dibagi menjadi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Dengan adanya program sertifikasi guru yang dilakukan oleh pemerintah seorang guru yang sudah lulus sertifikasi dituntut untuk selalu mengembangkan keempat kompetensi tersebut untuk selalu menjaga keprofesionalannya termasuk kompetensi profesional termasuk juga guru PKn. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana kondisi dan kualitas kompetensi profesional guru PKn pascasertifikasi di SMP Se kota Semarang ? (2) Bagaimana upaya pengembangan kompetensi profesional guru PKn pascasertifikasi di SMP Se kota Semarang ? (3) Apakah yang menjadi kendala dalam pengembangan kompetensi profesional guru PKn pascasertifikasi di SMP Se kota Semarang ? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif persentase. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 32 guru. Teknik sampel yang digunakan adalah proportional random sampling dan sampling area. Penelitian ini dalam menentukan validitas menggunakan validitas isi, sedangkan untuk menentukan reliabilitas menggunakan rumus alpha. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada uji reliabilitas dengan taraf signifikasi 5% dan N= 32 diperoleh hasil 0.349. Hasil perhitungan uji reliabilitas diatas menjelaskan bahwa > yaitu sebesar 0.87, sehingga dapat dinyatakan instrument tersebut reliabel. Hasil penelitian mengenai pengembangan kompetensi profesional guru PKn pasca sertifikasi di SMP Se Kota Semarang adalah sebagai berikut. Kondisi kompetensi profesional guru PKn pasca sertifikasi di SMP Se Kota Semarang sebagian besar komponen sangat baik, namun ada sebagian kecil yang masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian empat dari lima indicator mendapatkan criteria sangat menguasai. Indikator yang mendapatkan skor rata-rata tertinggi, yaitu : memnafaatkan teknologi dan informasi untuk mengembangkan diri, sedangkan indikator yang memperoleh skor rata-rata terendah adalah mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, hal ini karena bayak guru yang masih belum menyusun PTK untuk mengembangkan pembelajaran. Usaha yang dilakukan oleh guru PKn pasca sertifikasi untuk selalu mengembangkan kompetensi professional adalah sebagai berikut: (1) mengikuti kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), (2) mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan perkembangan zaman, (3) memperdalam materi pelajaran PKn, (4) mengikuti kompetisi keguruan, (5) melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dalam pembelajaran PKn di kelas, 6) mengembangkan kemampuan dalam bidang IT. Dari ke enam upaya tersebut yang paling dominan adalah memperdalam materi PKn melalui berbagai media. Kendala yang dialami dalam mengembangkan kompetensi profesional pasca sertifikasi guru PKn di SMP Se Kota Semarang dibagi menjadi dua faktor, yaitu : (1) faktor interen yang berupa pembagian waktu dan sifat malas, (2) faktor eksteren yang berupa kebijakan sekolah dan keterbatasan informasi. Kendala yang paling sering dialami oleh guru adalah pembagian waktu antara mengajar dan mengembangkan kompetensi professional. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi kompetensi profesional guru PKn pasca sertifikasi di SMP Se Kota Semarang sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket yang mendapatkan kriteria sangat menguasai (SM). Berdasarkan simpulan di atas, peneliti memberikan saran – saran sebagai berikut: (1) Pihak Dinas Pendidikan Kota Semarang rutin melaksanakan pelatihan penyusunan PTK. (2) Bagi kepala sekolah Diharapkan pihak sekolah aktif dalam membina guru dengan cara mengikutkan pelatihan-pelatihan dan bisa bijak dalam memberikan perizinan. (3) Bagi guru PKn yang sudah lulus sertifikasi harus menghilangkan rasa malas, bisa membagi waktu antara mengajar dan mengembangkan kompetensi professional.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kompetensi, Komptensi Profesional, Sertifikasi Guru
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 05 Jul 2012 20:06
Last Modified: 05 Jul 2012 20:06

Actions (login required)

View Item