Penyampaian Nilai-nilai Sosial di Masyarakat Melalui Alat Seni Barongan Kasus di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal


Lia Risqy Ayu Megantari, 3501407002 (2011) Penyampaian Nilai-nilai Sosial di Masyarakat Melalui Alat Seni Barongan Kasus di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Penyampaian Nilai-nilai Sosial di Masyarakat Melalui Alat Seni Barongan Kasus di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal] Microsoft Word (Penyampaian Nilai-nilai Sosial di Masyarakat Melalui Alat Seni Barongan Kasus di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal) - Published Version
Download (26kB)

Abstract

Seni baronganmerupakan salah satu kesenian khas di kabupaten Kendal, divisualisasikan hewan singa dengan latar cerita tentang kisah kepahlawanan dan olah keprajuritan atau kebaikan melawan kemungkaran.Seiring dengan perkembangan jaman barongan dapat dijadikan penyampaian nilai sosial.Tujuan penelitian ini, untuk: (1) Mengetahui bentuk penyampaiannilai-nilai sosial melalui alat seni Barongan, (2) Mengetahui hambatan pelaksanaan penyampaian nilai-nilai sosial di masyarakat, (3) Mengetahui tanggapan masyarakat Desa Kumpulrejo, terhadap penggunaan seni barongan sebagai alat penyampaian nilai-nilai sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan: wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian meliputi pimpinan barongan Turonggo Mego Kartiko,seniman barongan dan masyarakat Desa Kumpulrejo, dan informan penelitian meliputikepala Desa Kumpulrejo dan pihak penyelenggara barongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk penyampaian nilai-nilai sosial melalui alat pertunjukan seni barongan di masyarakat Desa Kumpulrejo adalah simbolik terwakili pada nilai-nilai tertentu dari bentuk fisik barongan, tata warna dan kostum, bahasa, gagasan dan cerita. Nilai tersebut meliputi nilai keberanian, nilai estetis, nilai ketaatan, nilai ketabahan, nilai ketekunan, nilai kekerabatan dan nilai solidaritas, (2) Penyampaian nilai-nilai sosial mengalami beberapa hambatan diantaranya: pertunjukan seni barongan,dianggap membahayakan karena banyak atraksi dan kesurupan atau trance.Penggunaan bahasa kromo madya, menjadikan pesan nilai-nilai sosial, kurang dapat tersampaikan dengan baik, khususnya dari kalangan generasi muda. Efek modernisasi dan bermunculan media elektronik serta internet, menjadikan masyarakat berpikiran praktis, (3) Masyarakat Desa Kumpulrejo menanggapi seni barongan sebagai pertunjukan kesenian rakyat yang diminati dan memiliki banyak manfaat dan menumbuhkan perekonomian informal masyarakat desa. Saran untukpaguyuban seni barongan, kiranya dapat lebih disiplin dan kompak lagi baik pada saat latihan maupun pementasan serta mengembangkan gerakan tari dan cerita di setiap pertunjukan agar penonton tidak bosan. Kepala Desa Kumpulrejountuk lebih mensosialisasikan seni barongan, misalnya dengan cara mengikutsertakan barongan dalam pameran di Desa Kumpulrejo. Masyarakat Desa Kumpulrejo,untuk lebih bijak dalam memilih hiburan yang dapat ditonton semua kalangan, serta memilih seni barongan yang menghibur, sekaligus mengandung nasehat-nasehat kehidupan yang terselip dalam keseluruhan cerita yang dibawakan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Penyampaian, nilai-nilai Sosial, Seni Barongan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > HM Sociology
N Fine Arts > NX Arts in general
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 05 Jul 2012 07:30
Last Modified: 05 Jul 2012 07:30
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/13077

Actions (login required)

View Item View Item