Optimasi Jenis dan Konsentrasi ZPT dalam Induksi Kalus Embriogenik dan Regenerasi menjadi Planlet pada Carica Pubescens (Lenne & K.Koch).


Nika Sari, , 4450406010 (2011) Optimasi Jenis dan Konsentrasi ZPT dalam Induksi Kalus Embriogenik dan Regenerasi menjadi Planlet pada Carica Pubescens (Lenne & K.Koch). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Optimasi Jenis dan Konsentrasi ZPT dalam Induksi Kalus Embriogenik dan Regenerasi menjadi Planlet pada Carica Pubescens (Lenne & K.Koch).] Microsoft Word (Optimasi Jenis dan Konsentrasi ZPT dalam Induksi Kalus Embriogenik dan Regenerasi menjadi Planlet pada Carica Pubescens (Lenne & K.Koch).) - Published Version
Download (14kB)

Abstract

Carica pubescens ( Lenne & K. Koch) Badillo atau Vasconcellea pubescens, di Indonesia hanya ditemukan di daerah pegunungan Dieng dan Bali. Perbanyakan secara in situ dilakukan dengan menggunakan stek batang dan biji yang tidak efisien , seringkali menghasilkan keturunan yang sifatnya tidak sama dengan induknya. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan yang efisien karena dapat menghasilkan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Teknik kultur jaringan yang dapat digunakan adalah embriogenesis, yang dapat terjadi secara tidak langsung melalui pembentukan kalus. Penelitian terdiri dari 2 tahap yaitu induksi dan regenerasi kalus. Penelitian pertama merupakan percobaan 2 faktor yang disusun menggunakan rancangan acak petak tersarang (Split block Design) dengan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji pada penelitian pertama adalah 2,4-D (1 mg/l dan 3 mg/l) yang dikombinasikan dengan thidiazuron (1 mg/l dan 3 mg/l). Sebagai eksplan digunakan potongan jaringan daun ditanam pada media MS yang dimodifikasi formulanya menjadi 50%. Parameter yang diamati adalah waktu mulai berkalus, persentase berkalus, berat kalus dan tekstur kalus. Analisis menggunakan ANAVA dua arah dan uji lanjut BNT dengan taraf kesalahan 5%. Pada penelitian ke-2, kalus hasil penelitian pertama ditanam pada media baru dengan tiga taraf BAP ( 1 mg/l, 2 mg/l dan 4 mg/l) yang ditambahkan pada media MS arang aktif yang mengandung NAA 0,2 mg/l. Penelitian ke-2 merupakan percobaan satu arah yang disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah kecepatan muncul tunas, persentase kalus membentuk tunas, jumlah tunas dan jumlah planlet. Analisis menggunakan ANAVA satu arah dan uji lanjut BNT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi kalus embriogenik dari eksplan jaringan daun paling tinggi didapatkan pada perlakuan ZPT 2,4-D 3 mg/l + TDZ 1 mg/l yang ditambahkan pada media ½ MS, menghasilkan persentase kalus dan berat kalus yang paling tinggi. Untuk regenerasi jenis ZPT BAP dengan konsentrasi 4 mg/l dalam media MS arang aktif yang mengandung NAA 0,2 mg/l, menghasilkan persentase pembentukan kalus menjadi tunas dan jumlah kalus yang membentuk tunas dengan hasil yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menginduksi kalus embriogenik menggunakan kombinasi ZPT 2,4-D dan thidiazuron, sedangkan untuk regenerasinya menggunakan ZPT BAP dan NAA.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: induksi kalus, regenerasi, Carica pubescens, 2,4-D, thidiazuron, BAP dan NAA
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 05 Jul 2012 07:19
Last Modified: 05 Jul 2012 07:19
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/13072

Actions (login required)

View Item View Item