Perbedaan self-regulated learning antara mahasiswi yang belum menikah dengan mahasiswi yang sudah menikah

Afiatun Najah, 1550406020 (2011) Perbedaan self-regulated learning antara mahasiswi yang belum menikah dengan mahasiswi yang sudah menikah. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Kemampuan setiap individu berbeda dalam mengatur waktu dan merencanakan suatu aktivitas belajarnya. Begitu juga dengan mahasiswi yang sudah menikah dengan mahasiswi yang belum menikah, dimana mahasiswi yang sudah menikah memiliki peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai mahasiswa, sedangkan mahasiswi yang belum menikah hanya berstatus mahasiswa saja. Hal ini yang menjadi perbedaan pengaturan diri dalam proses belajar atau sering disebut SRL (self-regulated learning) antara mahasiswi yang belum menikah dengan yang sudah menikah. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada perbedaan self-regulated learning antara mahasiswi yang belum menikah dengan mahasiswi yang sudah menikah. Dalam penelitian ini menggunakan tiga aspek yaitu: aspek kognisi, motivasi, dan perilaku yang dijadikan acuan untuk mengembangkan skala SRL. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian ini menggunakan teknik proposive sampling dalam pengambilan sampelnya. Populasinya adalah semua mahasiswi di FIP baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Variabel dalam penelitian ini adalah self-regulated learning dan status mahasiswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi berupa skala SRL sebanyak 58 item. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik uji t. Uji validitas menggunakan perhitungan product moment yang dilakukan menggunakan SPSS 17 for Windows dan didapatkan koefisien validitasnya antara 0,282 sampai 0,788 dan uji reliabilitasnya dihitung dengan SPSS 17 menggunakan perhitungan Cronbach Alpha, dihasilkan 0,977. Uji hipotesis yang menggunakan analisis t-test menunjukan bahwa p=0,247>0,05 artinya secara signifikan ada perbedaan self-regulated learning antara mahasiswi yang belum menikah dengan mahasiswi yang sudah menikah. Mahasiswi yang belum menikah memiliki tingkat SRL dalam kategori tinggi dengan jumlah 15 orang (36,3%), kategori sedang 25 orang (60,6%), dan kategori rendah 1 orang (2,4%), sedangkan pada mahasiswi yang sudah menikah memiliki tingkat SRL kategori tinggi dengan jumlah 4 orang (9,6%), kategori sedang 26 orang (62,8%), dan kategori rendah 11 orang (26,6%). Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat perbedaan self-regulated learning antara mahasiswi yang belum menikah dengan mahasiswi yang sudah menikah. Mahasiswi yang belum menikah memiliki self-regulated learning lebih tinggi dibandingkan mahasiswi yang sudah menikah, sehingga mahasiswi yang sudah menikah untuk lebih meningkatkan kemampuannya untuk mengembangkan SRL agar dapat mencapai tujuan belajar yang diinginkan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: self-regulated learning
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 04 Jul 2012 23:02
Last Modified: 04 Jul 2012 23:02

Actions (login required)

View Item