Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Industri Hiburan”(Studi Kasus Pada Sexy Dancer Di Hugos Café Semarang


Nila Kandy Prasiwi, , 3501407079 (2011) Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Industri Hiburan”(Studi Kasus Pada Sexy Dancer Di Hugos Café Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Industri Hiburan”(Studi Kasus Pada Sexy Dancer Di Hugos Café Semarang] Microsoft Word (Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Industri Hiburan”(Studi Kasus Pada Sexy Dancer Di Hugos Café Semarang) - Published Version
Download (15kB)

Abstract

Kehadiran kapitalisme kini telah mendorong terjadinya proses komersialisasi dalam berbagai sisi kehidupan manusia, dimana semua hal dalam kehidupan manusia dapat menjadi komoditas atau barang dagangan. Proses komodifikasi terhadap tubuh antara lain terjadi dalam industri hiburan. Salah satu daya tarik panggung kehidupan malam adalah hadirnya sexy dancer. Sexy dancer mampu membuat banyak pengunjung datang dan memberikan suasana malam tempat hiburan menjadi enak dinikmati. Tujuan penelitian ini untuk 1) Mengetahui proses komodifikasi tubuh yang terjadi pada sexy dancer, 2) Mengetahui faktor yang melatarbelakangi terjadinya proses komodifikasi tubuh pada sexy dancer, 3) Mengetahui dampak komodifikasi tubuh terhadap diri sexy dancer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini diperoleh dari subjek penelitian yaitu para Sexy dancer di Hugos Café Semarang dan informan yang mengetahui informasi tentang sexy dancer, seperti Manajer grup sexy dancer, Pengelola Hugos Café Semarang, dan Pengunjung Hugos Café Semarang. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah 1) proses komodifikasi pada sexy dancer telah terjadi sejak proses perekrutan dengan sistem audisi. Syarat-syarat dalam proses perekrutan adalah tubuh harus proporsional, punya niat dan bakat menari. Dalam pola manajemen, semua jadwal dan kontrak dengan tempat hiburan dikerjakan oleh Manajer. Dalam pembagian gaji, setiap sexy dancer mendapatkan bayaran yang berbeda, perbedaan itu diliat dari senior atau junior. Sexy dancer ditampilkan di Hugos Café Semarang setiap hari Rabu dan Sabtu, lama penampilan sexy dancer berkisar 10-15 menit dalam satu sesi. 2) Faktor yang melatarbelakangi proses komodifikasi adalah faktor intern yang meliputi faktor ekonomi dan faktor hobi, sedangkan faktor ekstern meliputi faktor manajer dan faktor clubbers. 3) Dampak yang dialami sexy dancer akibat proses komodifikasi adalah dampak ekonomi, dampak sosial, dan pelecehan seksual. Dari hasil penelitian yang sudah didapatkan maka peneliti memberi saran sebagai berikut, 1) Bagi pengelola Hugos Café Semarang, untuk memberikan ruang yang lebih melindungi sexy dancer dari tindakan pelecehan dari penonton, misalnya dengan memberikan panggung khusus untuk sexy dancer yang terpisah dari penonton. 2) Bagi sexy dancer, untuk mengurangi pelabelan negatif pada diri sexy dancer sebaiknya mampu menempatkan diri kapan dia dapat berpenampilan sebagai sexy dancer dan kapan harus berpenampilan sesuai dengan norma masyarakat.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Komodifikasi. Sexy Dancer. Industri Hiburan
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 05 Jul 2012 00:33
Last Modified: 05 Jul 2012 00:33
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/12988

Actions (login required)

View Item View Item