Analisis Kinerja Keuangan Daerah Kota Salatiga Dalam Pelaksanaan Desentralisasi Fiskal


Chris Febryan Arya Sely, 3353405522 (2011) Analisis Kinerja Keuangan Daerah Kota Salatiga Dalam Pelaksanaan Desentralisasi Fiskal. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Analisis Kinerja Keuangan Daerah Kota Salatiga Dalam Pelaksanaan Desentralisasi Fiskal] Microsoft Word (Analisis Kinerja Keuangan Daerah Kota Salatiga Dalam Pelaksanaan Desentralisasi Fiskal) - Published Version
Download (26kB)

Abstract

Komposisi transfer pemerintah pusat baik yang melalui dana perimbangan persentase penerimaannya mencapai 80,73% dibandingkan dengan total penerimaan daerah mendominasi struktur penerimaan. Di Kota Salatiga, selama tahun anggaran 2005-2009 peranan PAD masih rendah, yaitu rata-rata kontribusi terhadap TPD kurang dari 13% per tahun. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kinerja keuangan daerah Kota Salatiga tahun 2005-2009, (2) Kendala atau hambatan apa saja yang dihadapi oleh pemerintah Kota Salatiga dalam pelaksanaan kebijakan desentralisasi fiskal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kinerja keuangan daerah (meliputi derajat desentralisasi fiskal, derajat kemandirian daerah, kebutuhan fiskal, kapasitas fiskal, dan upaya fiskal) dan analisis deskriptif. Penelitian ini memuat variabel, yaitu: (1) Kinerja keuangan Kota Salatiga tahun 2005-2009, (2) Kendala atau hambatan yang dihadapi oleh pemerintah Kota Salatiga dalam pelaksanaan kebijakan desentralisasi fiskal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)kinerja keuangan daerah Kota Salatiga yang dilihat dari rasio PAD terhadap TPD, PAD terhadap TKD, dan PAD terhadap KR rata-ratanya dalam lima tahun terakhir sebesar 12,81%, 13,86%, 22,09% sehingga Kota Salatiga belum mampu menjalankan sebagai daerah otonom sesuai dengan kondisi yang ideal oleh pendapat Chocrane (1983) yang menyatakan batas minimum PAD sebesar 20% untuk menjalankan otonomi daerah, sedangkan rata-rata kebutuhan fiskal, kapasitas fiskal, dan upaya fiskal dalam lima tahun terakhir yaitu sebesar 3,999%, 4%, 0,934% dengan menggunakan PDRB berlaku, dan 3,762% dengan menggunakan PDRB konstan. (2)kendala atau hambatan apa saja yang dihadapi Kota Salatiga dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal yaitu kapasitas keuangan daerah yang dilihat dari kemampuan PAD dalam membiayai keuangan daerah dalam lima tahun terakhir rata-rata hanya 12,81%, sehingga daerah masih bergantung pada dana perimbangan dari pemerintah pusat. Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Pemerintah Kota Salatiga, khususnya DPPKAD perlu melakukan peningkatan pengelolaan keuangan daerah dan pembenahan sistem administrasi keuangan daerah melalui peningkatan kwalitas SDM/aparatur dengan mengadakan asistensi, pelatihan-pelatihan, dan bimbingan informasi dan teknologi secara kontinu dan berkelanjutan. (2) Pemerintah Kota Salatiga perlu meningkatkan penerimaan sumber daya (dana bagi hasil pajak bukan pajak) dan penerimaan asli daerah dari pajak daerah dan retribusi daerah dengan melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi, dan mengoptimalkan peranan BUMD dengan meningkatkan kinerjanya agar dapat lebih menyokong PAD.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Desentralisasi Fiskal, dan Kinerja Keuangan Daerah
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 03 Jul 2012 02:27
Last Modified: 03 Jul 2012 02:27
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/12857

Actions (login required)

View Item View Item