Peningkatan Keterampilan Bermain Peran Menggunakan Teknik Pemodelan dan Teknik Tutor Sebaya

Ahmad Syarifuddin,, 2101405579 (2011) Peningkatan Keterampilan Bermain Peran Menggunakan Teknik Pemodelan dan Teknik Tutor Sebaya. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis, keterampilan bermain peran siswa kelas VIII MTs Miftahul Falah Kabupaten Demak masih rendah. Rendahnya keterampilan bermain peran disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu siswa merasa kurang mendapat manfaat dari pembelajaran dan kegiatan mengapresiasi karya sastra drama sehingga mengakibatkan siswa kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran, sedangkan faktor eksternal salah satunya berasal dari penerapan metode dan teknik dalam melaksanakan pembelajaran. Pemilihan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya sebagai upaya meningkatkan keterampilan bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa berdasarkan tuntutan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memberi kebebasan kepada guru untuk memilih metode dan teknik yang beragam dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengkaji dua masalah, yaitu: (1) Bagaimanakah peningkatan keterampilan bermain peran dengan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya siswa kelas VIII MTs Miftakhul Falah?, (2) Bagaimanakah perubahan perilaku belajar siswa saat mengikuti pembelajaran bermain peran dengan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya siswa kelas VIII MTs Miftakhul Falah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan bermain peran siswa kelas VIII MTs Miftahul Falah setelah diberikan pembelajaran dengan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya serta untuk mendeskripsikan perubahan tingkah laku belajar siswa kelas VIII MTs Miftahul Falah setelah mengikuti pembelajaran dengan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis dan manfaat praktis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu tahap tindakan siklus I dan tindakan siklus II. Sebelum pelaksanaan tahap tindakan siklus I, peneliti melakukan tahap pratindakan yang berupa observasi awal. Subjek penelitian ini adalah keterampilan bermain peran siswa kelas VIII MTs Miftahul Falah Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu peningkatan keterampilan bermain peran dan penggunaan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes yang digunakan adalah tes keterampilan bermain peran siswa. Teknik nontes yang digunakan adalah observasi, catatan harian siswa dan guru, sosiometri dan dokumentasi berupa foto. Berdasarkan hasil penilitian, keterampilan bermain peran siswa kelas VIII MTs Miftahul Falah menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil dari tes siklus I skor rata-rata kelas sebesar 65,86 meningkat menjadi 75,14 pada siklus II atau meningkat sebesar 14,09%. Peningkatan keterampilan bermain peran siswa kelas VIII MTs Miftahul Falah juga diikuti dengan perubahan perilaku belajar siswa yang semakin baik. Hasil analisis data nontes menunjukkan adanya peningkatan perilaku tersebut. Pada siklus I banyak yang berperilaku negatif tetapi pada siklus II siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran bermain peran dengan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan penulis kepada guru adalah (1) Guru bahasa Indonesia hendaknnya menggunakan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya sebagai alternatif dalam pembelajaran bermain peran, (2) Jika guru hendak menggunakan teknik pemodelan dan teknik tutor sebaya, sebaiknya menyediakan waktu dan memanfaatkan waktu luang untuk menyajikan model pementasan drama, mempelajari naskah dan berlatih sehingga siswa memahami karakter peran yang akan dipentaskan, (3) Bagi para guru yang akan menggunakan teknik tutor sebaya harus memilih dan menentukan tutor sesuai kriteria tutor yang baik. Jika siswa dalam satu kelas tidak ada yang memenuhi kriteri sebagai tutor maka teknik tutor sebaya tidak dapat dilakukan dalam kelas tersebut, (4) Bagi siswa harus lebih sering berlatih dalam kegiatan belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran bermain peran sehingga keterampilan bermain peran siswa dapat meningkat dan dapat mementaskan peran sesuai naskah yang telah di tulius siswa dengan baik, dan (5) Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai metode kontekstual elemen pemodelan dan teknik tutor sebaya (peer group) terhadap pokok bahasan yang berbeda agar metode tersebut dapat berkembang dan bermanfaat untuk kegiatan pembelajaran.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: keterampilan bermain peran, teknik pemodelan, teknik tutor sebaya
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia
P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Pendidikan Bahasa dan Sastra
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Depositing User: budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 27 Jun 2012 20:23
Last Modified: 27 Jun 2012 20:23

Actions (login required)

View Item