Faktor Risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) studi di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Tahun 2011,


Tri Setyorini, 6450407098 (2011) Faktor Risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) studi di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Tahun 2011,. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Faktor Risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) studi di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Tahun 2011,]
Preview
PDF (Faktor Risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) studi di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Tahun 2011,) - Published Version
Download (82kB) | Preview

Abstract

Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah masih tingginya angka kematian bayi dan ibu. Sedangkan yang menjadi penyebab angka kematian bayi adalah berat bayi lahir rendah. Data menunjukan angka BBLR tahun 2010 sebanyak 3,4% di kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan berat bayi lahir rendah di Kecamatan Gebog kabupaten Kudus tahun 2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian retrospektif, menggunakan metode survey dengan rancangan case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan BBLR berjumlah 77 orang, dan populasi kontrol berjumlah 123 orang. Berdasarkan perhitungan maka sampel kasus berjumlah 32 orang dan sampel kontrol berjumlah 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan KMS. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat (dengan uji chi square kemaknaan 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi ibu hamil (p=0,006, OR=6,17, CI=1,758-21,706), usia saat kehamilan (p=0,022,OR=3,85, CI=1,334-11,157), pekerjaan ibu hamil (p=0,04, OR=3,2, CI=1,161-9,296), pendidikan ibu hamil (p=0,022, OR=3,85, CI=1,334-11,157), pendapatan keluarga (p=0,01, OR=4,33, CI=1,405-13,363) , riwayat ANC (p=0,023, OR=3,7, CI=1,314-10,618) dengan berat bayi lahir rendah, dan tidak ada hubungan antara, riwayat penyakit (p=0,08), paritas ibu(p=0,3) dengan berat bayi lahir rendah. Saran yang diberikan kepada masyarakat yaitu hendaknya lebih memperhatikan kondisi kehamilan ibu hamil dan rutin memeriksakan kehamilanya meskipun akses pelayanan kesehatan cukup jauh. Untuk dinas kesehatan supaya memberikan program kesehatan terutama mengenai BBLR. Bagi puskesmas supaya lebih sering memperhatikan keadaan ibu hamil dan meningkatkan pelayanan kesehatan didaerah terpencil, sehingga akses ke pelayanan kesehatan bisa dijangkau dengan mudah. Bagi peneliti sebaiknya melakukan penelitian kembali dengan rancangan penelitian yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Faktor Risiko,Berat Bayi Lahir Rendah
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Kesehatan Masyarakat, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 04 Jun 2012 07:17
Last Modified: 04 Jun 2012 07:17
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/12682

Actions (login required)

View Item View Item