Tradisi Nganten Mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus.

Ade Tri.Handoko, , 3501407067 (2011) Tradisi Nganten Mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Tradisi Nganten Mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus.) - Published Version
Download (106Kb)

    Abstract

    Tradisi nganten mubeng di masjid At-Taqwa merupakan salah satu tradisi yang sampai sekarang masih dipercayai oleh masyarakat Desa Loram. Tradisi nganten mubeng dilaksanakan oleh masyarakat Desa Loram sebelum membentuk keluarga baru. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu (1) Apa makna dan fungsi yang terkandung dalam tradisi nganten mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus, (2) Kelompok sosial manakah yang menyelenggarakan tradisi nganten mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus, (3) Mengapa pelaksanaan tradisi nganten mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kabupaten Kudus dapat bertahan sampai sekarang, Tujuan dari penelitian Tradisi nganten mubeng di Desa Loram adalah (1) Mendapatkan informasi mengenai makna dan fungsi yang terkandung dalam tradisi nganten mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus, (2) Mengetahui kelompok sosial yang menyelenggarakan tradisi nganten mubeng di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus, (3) Mendapatkan penjelasan mengenai faktor-faktor penyebab pelaksanaan tradisi nganten mubeng yang berada di Masjid At-Taqwa Desa Loram Kabupaten Kudus dapat bertahan sampai sekarang, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh data mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tradisi nganten mubeng seperti, proses pelaksanaan tradisi nganten mubeng, perlengkapan yang digunakan dalam tradisi nganten mubeng, anjuran dalam tradisi nganten mubeng dan siapa saja yang menghadiri pelaksanaan tradisi nganten mubeng. Wawancara dilakukan dengan subjek penelitian yaitu masyarakat pelaku tradisi nganten mubeng. Sedangkan informan meliputi warga yang mengetahui tentang tradisi nganten mubeng seperti juru pelihara Masjid At-Taqwa Desa Loram Kulon, perangkat Desa Loram Kulon, orang yang berpendidikan, karyawan pabrik, wiraswasta, dan ibu rumah tangga warga Desa Loram. Validitas data menggunakan teknik triangulasi, data yang dikumpukan dianalisis secara induktif dan disajikan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah (1) Makna tradisi nganten mubeng yaitu (a) Tradisi tersebut dianggap sebagai wujud keyakinan untuk memperoleh berkah dan keselamatan. (b) Tradisi nganten mubeng dianggap sebagai suatu dakwah untuk menyiarkan agama Islam. (c) Tradisi nganten mubeng juga mempunyai makna bahwa pasangan pengantin masyarakat Desa Loram yang telah melakukan tradisi tersebut berarti sudah diterima sebagai masyarakat pengikut adat. Fungsi tradisi nganten mubeng yaitu, pertama mendorong masyarakat untuk membentuk keterikatan dengan masjid sebagai tempat beribadah. Kedua, untuk mengingatkan kedua mempelai akan pentingnya masjid sebagai tempat beribadah umat Islam. Ketiga, untuk memperkenalkan keluarga baru bahwa tempat ibadah umat Islam adalah masjid. Keempat, untuk mendapatkan restu serta doa dari masyarakat agar rumah tangga mempelai dapat langgeng bisa sakinah, mawaddah dan warohmah. Kelima, untuk memperoleh berkah dan keselamatan melalui pelaksanaan tradisi. Masyarakat berusaha menghindar dari kesialan dengan cara menjalani tradisi nganten mubeng. (2) Faktor yang menyebabkan tradisi nganten mubeng dapat bertahan sampai sekarang adalah pertama, kepercayaan masyarakat Desa Loram terhadap tradisi nganten mubeng di Masjid At-Taqwa bukan merupakan kesyirikan, akan tetapi suatu kepercayaan masyarakat berdasarkan syariat Islam seperti ajaran Islam yang disampaikan oleh Sultan Hadirin. Kedua, masyarakat setempat juga mempunyai keyakinan bahwa tradisi nganten mubeng dianggap sebagai suatu cara untuk memperoleh suatu keselamatan untuk membentuk keluarga baru. Ketiga, masyarakat Desa Loram ingin melestarikan peninggalan leluhurnya yaitu tradisi nganten mubeng. Keempat, pada saat ini tradisi nganten mubeng juga dijadikan sebagai aset wisata daerah. (3) Tradisi nganten mubeng ini dilakukan oleh semua warga masyarakat Desa Loram yang beragama Islam dan sudah sah menjadi pasangan suami isteri tanpa membedakan mata pencaharian masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah Penyampaian makna pada tradisi nganten mubeng dimunculkan melalui proses interaksi manusia dalam pelaksanaan upacara tradisi tersebut sedangkan fungsi yang terdapat dalam tradisi nganten mubeng pada dasarnya untuk memperoleh keselamatan dan berkah dari Allah SWT. Kepercayaan masyarakat Desa Loram tentang tradisi nganten mubeng di Masjid At-Taqwa bukan merupakan kesyirikan, akan tetapi suatu kepercayaan masyarakat berdasarkan syariat Islam sehingga masyarakat masih melestarikannya. Tradisi nganten mubeng ini dilakukan oleh semua warga masyarakat Desa Loram yang beragama Islam dan sudah sah menjadi pasangan suami isteri tanpa membedakan mata pencaharian masyarakat. Saran yang dapat diberikan kepada pembaca adalah meskipun tradisi nganten mubeng sudah menjadi aset wisata daerah, tradisi ini juga harus tetap dilestarikan sampai kapanpun agar tradisi itu dapat selalu menjadi aset wisata sehingga dapat mensejahterakan masyarakat setempat. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebuah pembelajaran sehingga masyarakat setempat lebih tahu dan selalu melestarikan tradisi tersebut.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Tradisi, nganten mubeng, masjid At-Taqwa.
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 23 May 2012 23:43
    Last Modified: 23 May 2012 23:43

    Actions (login required)

    View Item