Pembelajaran Fisika dengan Model Discovery Terbimbing pada Pokok Bahasan Kalor untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII MTs Matholi’ul Huda Troso.

Fathur Rohim, 4201407070 (2012) Pembelajaran Fisika dengan Model Discovery Terbimbing pada Pokok Bahasan Kalor untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII MTs Matholi’ul Huda Troso. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Salah satu kecakapan hidup (life skill) yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan adalah keterampilan berpikir. Kemampuan berpikir juga sebagai sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu agar siswa mampu memecahkan masalah taraf tinggi. Tantangan masa depan menuntut pembelajaran harus lebih mengembangkan keterampilan high order of thinking. Salah satu keterampilan high order of thinking adalah kemampuan berpikir kreatif. Model pembelajaran discovery terbimbing memberi kesempatan kepada siswa berpartisipasi aktif dan melatih siswa untuk menemukan konsep sendiri dengan bimbingan guru. Melalui model pembelajaran ini diharapkan siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran dan kemampuan berpikir kreatif siswa berkembang selama proses pembelajaran. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan berpikir kreatif siswa dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran discovery terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Matholi’ul Huda Troso. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dan diperoleh siswa kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan VIIB sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi akurat tentang peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII MTs Matholi’ul Huda Troso. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian. Peningkatan hasil tes uraian kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum (pre-test) dengan sesudah treatment (post-test) dilihat melalui uji gain <g>. Pada kelas eksperimen nilai <g> yang diperoleh sebesar 0,3 memiliki kategori peningkatan bersifat sedang, sedangkan untuk kelas kontrol nilai <g> yang diperoleh sebesar 0,09 memiliki kategori peningkatan bersifat rendah. Hasil uji-t dengan taraf signifikansi 5% dan dk= 88, diperoleh 4,6 lebih besar dari ttabel = 1,99 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol . Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Discovery terbimbing, berpikir kreatif
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Q Science > QC Physics
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Fisika, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 16 May 2012 02:42
Last Modified: 16 May 2012 02:42

Actions (login required)

View Item