Mengatasi Perilaku Membolos Melalui Pendekatan Konseling Realita Pada Siswa Kelas VII D MTs NU Ungaran


M. Andi Setiawan, 1301407086 (2012) Mengatasi Perilaku Membolos Melalui Pendekatan Konseling Realita Pada Siswa Kelas VII D MTs NU Ungaran. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Mengatasi Perilaku Membolos Melalui Pendekatan Konseling Realita Pada Siswa Kelas VII D MTs NU Ungaran] Microsoft Word (Mengatasi Perilaku Membolos Melalui Pendekatan Konseling Realita Pada Siswa Kelas VII D MTs NU Ungaran) - Published Version
Download (26kB)

Abstract

Setiawan, M. Andi. 2012. Mengatasi Perilaku Membolos Melalui Pendekatan Konseling Realita Pada Siswa Kelas VII D MTs NU Ungaran. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dr. Supriyo, M.Pd dan Pembimbing II: Dr. Awalya, M.Pd., Kons Kata Kunci: perilaku membolos, konseling individual pendekatan realita Penelitian ini berdasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yang menunjukkan adanya pelanggaran terhadap disiplin dan tata tertib siswa di sekolah. Perilaku pelanggaran tersebut ditunjukkan melalui beberapa perilaku siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah dan dari beberapa bentuk perilaku pelanggaran tersebut yang banyak dilakukan adalah perilaku membolos sekolah. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII D MTs NU Ungaran. Siswa yang memiliki perilaku membolos merupakan siswa yang kurang bisa memahami dan menerima keadaan dirinya secara realita dan positif. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengatasi perilaku membolos dengan pendekatan konseling realita. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan dan digunakan untuk membantu memecahkan masalah dengan melakukan tindakan secara nyata. Subyek yang diteliti sejumlah 2 siswa diambil dari rekomendasi konselor sekolah dan berdasarkan hasil observasi, siswa tersebut adalah GR dan MM. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua konseli sebelum dilakukan konseling memiliki perilaku membolos dengan aspek durasi dan frekuensi yang tinggi. GR membolos karena tidak suka dengan beberapa guru karena galak, dan konseli juga sering tidak membuat tugas serta ajakan teman konseli agar konseli ikut serta membolos, lain halnya dengan MM. MM membolos karena tidak menyukai pelajaran bahasa inggris, MM takut bila ditunjuk untuk maju ke depan kelas, selain itu tugas yang sulit sehingga MM tidak bisa mengerjakannya. Konseli membolos juga karena ada teman yang sama-sama tidak menyukai pelajaran bahasa inggris. Setelah diberikan layanan konseling individual dengan pendekatan realita, GR mulai bisa memahami kenapa guru galak kepadanya dan GR mulai mau membuat tugas yang di dapatnya dari sekolah dan konseli juga berusaha untuk menolak ketika diajak membolos oleh temannya. MM berusaha menyukai mata pelajaran bahasa inggris dan mencoba untuk belajar kelompok serta tidak ikut-ikutan membolos bersama dengan temannya. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah konseling individual dengan pendekatan realita efektif dalam mengatasi perilaku membolos. Saran bagi konseli diharapkan konseli GR dan MM mampu mengatasi perilaku membolos secara penuh sehingga bisa menjalani proses belajar secara efektif. konselor sekolah diharapkan dapat mempelajari pendekatan konseling realita dalam mengatasi perilaku membolos.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: perilaku membolos, konseling individual pendekatan realita
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 15 May 2012 05:21
Last Modified: 15 May 2012 05:21
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/12086

Actions (login required)

View Item View Item