Mengatasi Prokrastinasi Akademik Melalui Pendekatan Konseling Behavior Teknik Behavior Contract pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 13 Semarang

Indah Widuri Amalia, 1301407011 (2012) Mengatasi Prokrastinasi Akademik Melalui Pendekatan Konseling Behavior Teknik Behavior Contract pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 13 Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Amalia, Indah Widuri. 2012. Mengatasi Prokrastinasi Akademik Melalui Pendekatan Konseling Behavior Teknik Behavior Contract pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 13 Semarang. Dosen Pembimbing I: Prof. Dr. Sugiyo, M. Si dan Pembimbing II: Dra. Sinta Saraswati, M.Pd., Kons. Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Konseling Behavior Teknik Behavior Contract. Pada dasarnya tujuan konseling behavior adalah memperoleh tingkah laku adaptif dan menghapus tingkah laku yang maladaptif. Pendekatan ini cocok diterapkan di sekolah karena prosedur dalam pendekatan tersebut berkisar pada masalah kecemasan, malu, gelisah, dan perasaan tidak tenang yang dialami pelajar. Masalah dalam penelitian ini adalah prokrastinasi akademik, yaitu seseorang yang mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan, sering mengalami keterlambatan, mempersiapkan waktu dengan sangat berlebihan, dan gagal dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Rumusan masalah penelitian ini adalah “apakah konseling behavior dengan teknik behavior contract dapat mengatasi prokrastinasi akademik pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 13 Semarang”. Tujuannya untuk mengetahui apakah konseling behaviour dengan teknik behavior contract dapat mengatasi prokrastinasi akademik pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 13 Semarang. Penelitian ini mengambil siswa kelas VIII E yang mengalami masalah prokrastinasi akademik sebagai populasi. Sedangkan sampel yang diteliti adalah 6 siswa kelas VIII E. Teknik eksperimen yang digunakan adalah pre eksperimen dengan desain Pre-test and Post-test one group design. Alat pengumpul data menggunakan skala prokrastinasi akademik. Sedangkan untuk mengetahui hipotesa menggunakan rumus wilcoxon match pairs test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah prokrastinasi akademik yang dialami ada pada kategori tinggi, setelah menerapkan behavior contract mengalami penurunan menjadi sedang dan rendah. Berdasarkan tabel penolong rumus wilcoxon diketahui bahwa jenjang yang negatif adalah 0 (nol) dengan Ztabel 0 hal itu berarti Zhitung > Ztabel untuk taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjujjan bahwa pemberian layanan konseling dengan teknik behavior contract dapat mengatasi prokrastinasi akademik. Berdasar hasil penelitian peneliti memberikan saran a) guru pembimbing memberikan layanan informasi mengenai manajemen waktu sebagai upaya mencegah munculnya perilaku prokrastinasi akademik, b) melakukan upaya yang dapat mencegah munculnya prokrastinasi akademik seperti mewajibkan siswa membuat jadwal kegiatan sehari-hari, c) guru mata pelajaran membuat suatu komitmen atau kesepakatan dengan siswa mengenai waktu pengumpulan tugas dan konsekuensi yang sebaiknya diberikan kepada siswa yang terlambat atau tidak mengerjakan tugas, d) siswa membiasakan diri untuk mengatur kegiatannya sehari-hari dengan membuat jadwal dan menghindari hal-hal yang mendorong perilaku prokrastinasi akademik.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Prokrastinasi Akademik, Konseling Behavior Teknik Behavior Contract.
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 15 May 2012 00:36
Last Modified: 15 May 2012 00:36

Actions (login required)

View Item