Meningkatkan Motivasi Belajar Rendah Pada Siswa Kelas IX F Melalui Konseling Rasional Emotif di MTs Negeri Lasem Tahun pelajaran 2011/2012

Hidayah Ratna Setyaningtyas, 1301406003 (2012) Meningkatkan Motivasi Belajar Rendah Pada Siswa Kelas IX F Melalui Konseling Rasional Emotif di MTs Negeri Lasem Tahun pelajaran 2011/2012. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Setyaningtyas, Hidayah Ratna. 2012. Meningkatkan Motivasi Belajar Rendah Pada Siswa Kelas IX F Melalui Konseling Rasional Emotif di MTs Negeri Lasem Tahun pelajaran 2011/2012. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd., Kons dan Dosen Pembimbing II Dr. Supriyo, M.Pd. Kata kunci : motivasi belajar, konseling rasional emotif Penelitian ini berdasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yang menunjukkan gejala-gejala motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas IX F MTs Negeri Lasem. Siswa yang memiliki motivasi belajar rendah merupakan siswa yang kurang memiliki dorongan untuk belajar sehingga dapat mengganggu proses belajarnya di sekolah. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui gambaran motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas IX dan mengetahui upaya mengatasi motivasi belajar yang rendah pada siswa kelas IX melalui konseling individual dengan pendekatan realitas. Jenis penelitian adalah penelitian studi kasus dan digunakan untuk mengungkap data individu. Subjek yang diteliti sejumlah 3 siswa diambil dari siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dengan faktor penyebab yang berbeda dari setiap klien. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu gambaran motivasi belajar rendah sebelum mendapatkan konseling rasional emotif antara lain malas untuk belajar, takut maju di depan kelas, kurang antusias dalam mengikuti pelajaran, sering bolos sekolah, sering menyontek, dan sering terlambat mengumpulkan tugas. Sedangkan hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti konseling yaitu pikiran, perasaan, dan perilakunya yang irrasional berangsur-angsur berkurang. Hal ini dapat dibuktikan adanya peningkatan dalam motivasi belajar setiap klien. SA dapat menerima masalah yang menimpanya dan dijadikannya sebagai motivasi sehingga ia lebih rajin dan semangat dalam belajar. JM dapat menerima kritikan dari orang lain sebagai masukan sehingga dapat menumbuhkan tanggung jawab sebagi pelajar dan dapat membagi waktu antara belajar dengan bermain. IS bersikap lebih positif terhadap kemampuannya dan lebih termotivasi dalam belajar. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah masalah motivasi belajar rendah pada siswa kelas IX F dapat diatasi melalui Konseling Rasional Emotif. Saran untuk klien SA lebih positif dalam menerima permasalahan yang ada dan lebih semangat dalam belajar, JM diharapkan berpikir positif tentang kritikan orang lain dan memelihara tanggung jawabnya sebagai pelajar, IS diharapkan menghilangkan sikap malas, bersemangat menjalani aktivitasnya, dan lebih percaya diri.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: motivasi belajar, konseling rasional emotif
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 15 May 2012 00:19
Last Modified: 15 May 2012 00:19

Actions (login required)

View Item