Penggunaan Strategi Belajar Peta Konsep Model Rantai Kejadian untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Petunjuk Pada Siswa Kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009.


Ferdina Rofiqoh, 2101405565 (2009) Penggunaan Strategi Belajar Peta Konsep Model Rantai Kejadian untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Petunjuk Pada Siswa Kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Penggunaan Strategi Belajar Peta Konsep Model Rantai Kejadian untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Petunjuk Pada Siswa Kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009.]
Preview
PDF (Penggunaan Strategi Belajar Peta Konsep Model Rantai Kejadian untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Petunjuk Pada Siswa Kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang Tahun Ajaran 2008/2009.) - Published Version
Download (1MB) | Preview

Abstract

Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling tinggi tingkatannya. Penguasaan unsur-unsur tulisan serta kosakata dan struktur tata bahasa merupakan aspek pemerolehan keterampilan dalam kemampuan menulis. Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar (SD) kelas IV adalah keterampilan menulis petunjuk untuk melakukan sesuatu atau penjelasan tentang cara membuat sesuatu. Pembelajaran menulis petunjuk dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian merupakan suatu upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa. Strategi belajar peta konsep merupakan suatu alternatif untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi. Untuk membuat suatu peta konsep, siswa dilatih mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. Peneliti mencoba menggabungkan strategi belajar peta konsep dengan model rantai kejadian dikarenakan terdapat hubungan yang saling berkaitan satu sama lainnya untuk meningkatkan keterampilan menulis petunjuk. Peta konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memberikan suatu urutan kejadian, langkah-langkah dalam suatu prosedur, atau tahap dalam suatu proses. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengangkat permasalahan yaitu (1) Bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis petunjuk pada siswa kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian? (2) Bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang setelah pembelajaran menulis petunjuk dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian ke arah yang lebih baik atau tidak? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis petunjuk pada siswa kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian, (2) Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang setelah mengikuti pembelajaran menulis petunjuk dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar terhadap perkembangan ilmu bahasa, khususnya mengenai keterampilan berbahasa yang berupa keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan menulis petunjuk siswa kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian mengalami peningkatan. Hasil tes prasiklus yaitu sebelum tindakan penelitian dilakukan, menunjukan bahwa rata-rata nilai yang dicapai adalah 46,82 atau sebesar 46,82%. Pada siklus I rata-rata nilai yang dicapai menjadi 56,18 atau sebesar 56,18%, antara tes prasiklus dengan siklus I terjadi peningkatan sebesar 9,36%. Pada siklus II rata-rata nilai mengalami peningkatan sebesar 14,96% menjadi 71,14 atau 71,14%. Perilaku siswa kelas IV MI Al-Islam Mangunsari 02 Semarang setelah mengikuti pembelajaran menulis petunjuk dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian. Perilaku-perilaku siswa ini dapat dibuktikan dengan data nontes yang meliputi observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi (foto) yang diambil pada siklus I dan siklus II. Berdasarkan data observasi pada siklus I kegiatan pembelajaran siswa terlihat kurang bersemangat. Sebagian siswa masih merasa kesulitan dalam memahami materi, serta belum dapat menyesuaikan diri dengan strategi pembelajaran yang diterapkan peneliti. Sementara itu, pada siklus II terjadi perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih baik. Siswa terlihat lebih aktif dan tidak monoton serta bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran yang diterapkan. Data di atas mengindikasikan bahwa pembelajaran menulis petunjuk dengan menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian dapat meningkatkan perilaku positif siswa dan dapat mengubah perilaku negatif siswa ke arah yang lebih baik. Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) para guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian karena terbukti dapat mendorong siswa aktif berpikir dan berusaha serta mempermudah proses pembelajaran menulis petunjuk, (2) para peneliti dalam bidang pendidikan dan bahasa dapat melakukan penelitian serupa dengan memadukan strategi belajar peta konsep model rantai kejadian dengan strategi pembelajaran lainnya, sehingga didapatkan berbagai alternatif lain untuk pembelajaran menulis petunjuk yang mampu meningkatkan kemampuan siswa ke arah yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: keterampilan menulis, menulis petunjuk, strategi belajar peta konsep model rantai kejadian
Subjects: P Language and Literature > PK Indo-Iranian
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 23 Mar 2011 11:54
Last Modified: 25 Apr 2015 03:53
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/120

Actions (login required)

View Item View Item