Analisis Kredit Bermasalah pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Harapan Mulya Kudus.

Antok Noordiansyah, 2010 (2010) Analisis Kredit Bermasalah pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Harapan Mulya Kudus. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Analisis Kredit Bermasalah pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Harapan Mulya Kudus. ) - Published Version
Download (154Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Noordiansyah, Antok. 2010. Analisis Kredit Bermasalah pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Harapan Mulya Kudus. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Drs. Sugiharto, M. Si., Drs. S. Martono, M. Si. Kata Kunci : Koperasi, Simpan Pinjam, Kredit Bermasalah. Kredit bermasalah merupakan bagian integral risiko perkoperasian yang tidak dapat dilenyapkan, tetapi hanya dapat diminimalkan. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kredit bermasalah, baik faktor intern yaitu yang berasal dari nasabah itu sendiri dan faktor ekstern yaitu yang berasal dari luar nasabah. Pengendalian kredit yang baik diharapkan dapat menekan NPL hingga ke level yang diharapkan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Sejauh mana kontribusi sikap anggota mengenai kredit menyebabkan kredit bermasalah pada koperasi Simpan Pinjam Harapan Mulya Kudus?, (2) Sejauh mana kontribusi manajemen usaha menyebabkan kredit bermasalah pada koperasi Simpan Pinjam Harapan Mulya Kudus?, (3) Sejauh mana kontribusi operasional usaha menyebabkan kredit bermasalah pada koperasi Simpan Pinjam Harapan Mulya Kudus?, (4) Sejauh mana kontribusi prosedur perkreditan menyebabkan kredit bermasalah pada koperasi Simpan Pinjam Harapan Mulya Kudus?, (5) Sejauh mana kontribusi perubahan kondisi lingkungan menyebabkan kredit bermasalah pada koperasi Simpan Pinjam Harapan Mulya Kudus?, (6) Sejauh mana kontribusi sikap anggota mengenai kredit, manajemen usaha, operasional usaha, prosedur perkreditan dan perubahan kondisi lingkungan secara simultan menyebabkan kredit bermasalah pada koperasi Simpan Pinjam Harapan Mulya Kudus?, (7) Bagaimana analisis kesehatan koperasi pada KSP Harapan Mulya Kudus?. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota kredit bermasalah yang mengajukan kredit pada KSP Harapan Mulya Kudus tahun 2009 untuk keperluan usaha yaitu berjumlah 4951 anggota. Penelitian ini menggunakan teknik Stratified Proportional Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 anggota. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase, regresi linier berganda, dengan alat bantu SPSS release 16 dan analisis deskriptif dengan merangkum informasi. Hasil penelitian menunjukkan variabel sikap anggota mengenai kredit mempunyai nilai persentase tertinggi sebesar 39,40% berada pada kategori cukup baik. Manajemen usaha anggota mempunyai nilai persentase tertinggi sebesar 34,35% berada pada kategori cukup professional. Operasional usaha anggota mempunyai nilai persentase tertinggi sebesar 49,50% berada pada kategori sangat baik. Prosedur Perkreditan mempunyai nilai persentase tertinggi sebesar 59,60% berada pada kategori sangat baik. Perubahan kondisi lingkungan mempunyai nilai persentase tertinggi sebesar 29,30% berada pada kategori cukup mempengaruhi. Terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap anggota mengenai kredit terhadap kredit bermasalah secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen usaha terhadap kredit bermasalah secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara operasional usaha terhadap kredit bermasalah secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara prosedur perkreditan terhadap kredit bermasalah secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara perubahan kondisi lingkungan terhadap kredit bermasalah secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap anggota mengenai kredit, manajemen usaha, operasional usaha, prosedur perkeditan, dan perubahan kondisi lingkungan terhadap kredit bermasalah secara simultan. Kontribusi variabel sikap anggota mengenai kredit sebagai penyebab kredit bermasalah sebesar 73 % , kontribusi variabel manajemen usaha sebagai penyebab kredit bermasalah sebesar 3,7%, kontribusi variabel operasional usaha sebagai penyebab kredit bermasalah sebesar 67,3%, kontribusi variabel prosedur perkreditan sebagai penyebab kredit bermasalah sebesar 36,2%, kontribusi perubahan kondisi lingkungan sebagai penyebab kredit bermasalah sebesar 53,5 %, kontribusi variabel sikap anggota mengenai kredit, manajemen usaha, operasional usaha, prosedur perkreditan, dan perubahan kondisi lingkungan secara simultan sebagai penyebab kredit bermasalah sebesar 80,3%. Variabel sikap anggota mengenai kredit, manajemen usaha, operasional usaha, prosedur perkreditan, dan perubahan kondisi lingkungan mempunyai pengaruh negatif terhadap kredit bermasalah, yang berarti bahwa semakin baik sikap anggota mengenai kredit, manajemen usaha, operasional usaha, prosedur perkreditan, dan perubahan kondisi lingkungan maka kredit bermasalahnya akan semakin rendah. Saran yang dapat diberikan adalah Bagi perusahaan, hendaknya meningkatkan perhatiannya terhadap sikap anggota mengenai kredit, manajemen usaha dan operasional usaha, prosedur perkreditan dan perubahan kondisi lingkungan dalam penyaluran kredit karena jika faktor-faktor tersebut baik, maka kemampuan anggota untuk melunasi pinjamannya juga semakin baik, sehingga kreditnya tidak akan menjadi kredit bermasalah.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Koperasi, Simpan Pinjam, Kredit Bermasalah
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
    Depositing User: pkl1 pkl1 pkl1
    Date Deposited: 15 May 2012 21:23
    Last Modified: 15 May 2012 21:23

    Actions (login required)

    View Item