KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA ANTARA SISWA YANG DIBERI METODE INKUIRI TERBIMBING DENGAN METODE LATIHAN BERSTRUKTUR MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI SMA NEGERI 2 PATI

Agus Sujadmiko , 4301406039 (2011) KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA ANTARA SISWA YANG DIBERI METODE INKUIRI TERBIMBING DENGAN METODE LATIHAN BERSTRUKTUR MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI SMA NEGERI 2 PATI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

This is the latest version of this item.

Abstract

Sujadmiko, Agus. 2010. Komparasi Hasil Belajar Kimia Antara Siswa Yang Diberi Metode Inkuiri Terbimbing Dengan Metode Latihan Berstruktur Materi Pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan di SMA Negeri 2 Pati. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. Saptorini, M.Pi Pembimbing II: Drs. Nurwachid Budi Susanto, M. Si. Kata Kunci: Komparasi, hasil belajar kimia, metode inkuiri terbimbing, metode latihan berstruktur, kelarutan dan hasil kali kelarutan. Mata pelajaran kimia menjadi menyenangkan dan hasil belajar dapat optimal apabila guru kreatif menggunakan metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang dipakai disesuaikan dengan materi pelajaran. Metode mengajar yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran antara lain metode inkuiri terbimbing dan metode latihan berstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diberi metode inkuiri terbimbing dengan metode latihan berstruktur materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan di SMA Negeri 2 Pati dan apabila ada perbedaan, hasil belajar mana yang lebih baik diantara keduanya. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 2 Pati. Teknik sampling yang digunakan yaitu cluster random sampling, diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen I diberi metode inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen II diberi metode latihan berstruktur. Penelitian dilakukan dengan memberikan pre test sebelum mendapatkan perlakuan, dilanjutkan dengan pembelajaran, dan diakhiri dengan post test. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata nilai pre test pada kelas eksperimen I 40,667 dan kelas eksperimen II 37,595. Setelah dilakukan uji kesamaan dua varians dan uji perbedaan dua rata-rata dua pihak diperoleh hasil yang menunjukkan kemampuan awal siswa relatif sama. Rata-rata nilai post test kelas eksperimen I 79,111 dan kelas eksperimen II 75,838. Kedua kelas berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama, sedangkan pada uji t dua pihak dihasilkan thitung (2,179) > ttabel (1,99) yang berarti ada perbedaan yang signifikan. Pada uji t satu pihak kanan thitung (2,179) > ttabel (1,67) yang berarti rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen I lebih baik dari eksperimen II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: ada perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diberi metode inkuiri terbimbing dengan metode latihan berstruktur dan hasil belajar kimia siswa yang diberi metode inkuiri terbimbing lebih baik daripada hasil belajar kimia siswa yang diberi metode latihan berstruktur. Saran yang diberikan: guru kimia hendaknya menerapkan metode inkuiri terbimbing dan metode latihan berstruktur sebagai variasi metode mengajar; guru hendaknya tetap memantau aktivitas siswa saat pelaksanaan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan metode latihan berstruktur untuk menghindari terjadinya kesalahan pemahaman konsep.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Komparasi, hasil belajar kimia, metode inkuiri terbimbing, metode latihan berstruktur, kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QD Chemistry
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Kimia, S1
Depositing User: farid N fisika
Date Deposited: 14 Dec 2011 21:16
Last Modified: 14 Dec 2011 21:16

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item