Model-Model Pembelajaran bahasa Indonesia Kompetensi Menulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru SMP Negeri di Kota Semarang

Dewi Sri Warni, 2101406610 (2011) Model-Model Pembelajaran bahasa Indonesia Kompetensi Menulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru SMP Negeri di Kota Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Warni, Dewi Sri. 2010. Model-Model Pembelajaran bahasa Indonesia Kompetensi Menulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru SMP Negeri di Kota Semarang. Skripsi. Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Bambang Hartono, M.Hum., Pembimbing II: Dr. Subyantoro, M.Hum. Kata kunci: model-model pembelajaran bahasa Indonesia (kompetensi menulis), rencana pelaksanaan pembelajaran. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal yang tercantum dalam struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Ruang lingkup standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia tingkat SMP dalam KTSP meliputi empat kemampuan yang terdiri dari kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Salah satu tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah untuk menjadikan seorang pembelajar yang mampu menerapkan keterampilan berbahasa dan berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat secara efektif. Pembelajaran dalam mata pelajaran bahasa Indonesia akan efektif apabila guru diberi kebebasan dalam menyusun RPP yang nantinya akan berdampak pada penerapannya. Keefektifan tersebut dapat tercapai apabila penyusunan RPP diaplikasikan dengan perencanaan model pembelajaran yang matang. Keberhasilan proses pembelajaran dapat tercapai apabila guru mampu menerapkan dan menguasai model mengajar yang kompleks guna mencapai tingkat efektifitas mengajar yang tinggi. Pokok permasalahan yang diteliti adalah memaparkan implementasi model-model pembelajaran bahasa Indonesia kompetensi menulis yang digunakan guru SMP Negeri di Kota Semarang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta memaparkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki model pembelajaran bahasa Indonesia kompetensi menulis dalam RPP guru tersebut Tujuan penelitiannya adalah mendeskripsikan implementasi model pembelajaran bahasa Indonesia dalam RPP guru SMP Negeri di Kota Semarang, khususnya pada kompetensi menulis serta mendeskripsikan kekuatan dan kelemahan model pembelajaran bahasa Indonesia dalam RPP guru SMP Negeri di Kota Semarang, khususnya pada kompetensi menulis. Subjek penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru sebanyak dua puluh sembilan kompetensi dasar (KD) menulis dari kelas VII, VII, dan IX dari sembilan SMP Negeri di Kota Semarang yang dianalisis dengan menggunakan analisis isi pada kartu data. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang bersifat deskripsi. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah RPP guru bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan kompetensi menulis, dan sumber datanya berasal dari dokumen RPP guru SMP Negeri yang ada di Kota Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan kartu data dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa analisis kualitatif dengan teknik triangulasi penyidik. Berdasarkan hasil analisis penelitian Implementasi model-model pembelajaran bahasa Indonesia kompetensi menulis dalam RPP guru SMP Negeri di Kota Semarang tidak diimplementasikan dengan baik. RPP guru ditemukan tidak runtut, tidak sistematis, tidak operasional, dan tidak prosedural seperti dalam tubuh model pembelajaran. Dalam langkah-langkah kegiatan pembelajaran guru belum menggunakan urutan sintagmatik secara runtut dan jelas. Namun demikian, RPP guru secara garis besar telah mengacu ke dalam rumpun model pembelajaran Bruce Joyce meskipun penyusunan perencanaan pada sintagmatiknya tidak runtut dan jelas, yakni (1) model berpikir induktif (induktif kata bergambar/picture-world inductive model); (2) model latihan inkuiri; (3) model pengajaran konsep (concept teaching); (4) model berbasis masalah (problem based instruction); (5) model investigasi kelompok (group investigation); (6) model pembelajaran kooperatif (cooperative learning), (7) model pengajaran tidak terarah (non directive teaching); (8) model sinektik; dan (9) model pengajaran instruksi langsung. Hasil analisis penelitian juga menunjukkan bahwa model pembelajaran dalam rencana pembelajaran guru ditemukan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dari masing-masing model pembelajaran tersebut. Kekuatan yang terdapat dalam tubuh model pembelajaran dapat meningkatkan seluruh aspek keterampilan menulis siswa, karena menghasilkan gagasan-gagasan atau ide-ide baru yang menarik dalam berbagai hal yang ingin diketahui siswa; dapat mengatasi masalah-masalah pembelajaran ketika siswa kesulitan menangani tugas mereka; penggunaan model pembelajaran dapat membebaskan siswa untuk selalu memberi gagasan secara terbuka dan membangun komunikasi yang sehat antarsiswa lainnya; mendorong siswa berpikir ilmiah, kreatif; intuitif, dan bekerjasama dengan sikap jujur, objektif, dan terbuka; dan yang terpenting dari itu semua bahwa model pembelajaran tersebut dapat membentuk siswa yang tegas, independent, ahli professional, dan terampil dalam menganalisis masalah-masalah yang kompleks. Guru dan siswa hanya perlu melakukan proses strategi belajar mengajar sesuai dengan prosedur . Kelemahan yang dimiliki oleh model pembelajaran adalah apabila diterapkan oleh guru yang kurang terampil dan kreatif dalam mengaplikasikan model pembelajaran tersebut maka proses pembelajaran tidak akan sukses dan berhasil; terkadang siswa kesulitan dalam menyusun pendeskripsian materi secara luas dari model pembelajaran yang digunakan guru; membutuhkan waktu sangat lama dan fleksibel untuk menerapkan model mengajar karena diperlukan adaptasi oleh siswa untuk memahami pengetahuannya; kebutuhan financial terkadang sangat penting untuk mendukung proses penelitian di kelas maka siswa dan guru perlu mendiskusikannya kembali dengan siswa; penerapan model mengajar tidak mampu menjangkau semua tingkatan kelas siswa yang memiliki skill rendah; dan perlu adaptasi atau penyesuaian dari penggunaan tiap-tiap model agar siswa dapat belajar mandiri dalam mengkonstruksikan pengetahuan. Saran yang dapat direkomendasikan oleh peneliti adalah 1) guru dapat mengimplementasikan model-model pembelajaran bahasa Indonesia khususnya kompetensi menulis dari Bruce Joyce untuk diaplikasikan kembali ke dalam perangkat pembelajarannya sebagai wujud keberhasilan keberlangsungan belajar bagi guru dan siswa di masa depan. Guru akan mendapatkan hasil yang berbeda apabila menyelami strategi-strategi pembelajaran yang telah dipaparkan, dijelaskan, lalu mempraktikannya dan (2) sebaiknya diadakan secara rutin sosialisasi dan penyuluhan tentang pengembangan implementasi model-model pembelajaran sesuai dengan KTSP 2006 di sekolah-sekolah agar guru dapat memahami benar kebermanfaatan model pembelajaran yang dapat menciptakan inovasi-inovasi baru belajar mandiri dalam pembelajaran yang dapat memancing kreativitas siswa.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: model-model pembelajaran bahasa Indonesia (kompetensi menulis), rencana pelaksanaan pembelajaran
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures > PI1 Indonesia > Pendidikan Bahasa dan Sastra
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
Depositing User: ragil setiawan fisika
Date Deposited: 02 Dec 2011 20:32
Last Modified: 02 Dec 2011 20:32

Actions (login required)

View Item