Motivasi Mengikuti Kegiatan Olahraga Pada Siswa Tuna Rungu (Yayasan Widya Bhakti Semarang”.

Andika Ratno Sukiyawan , 6250402036 (2007) Motivasi Mengikuti Kegiatan Olahraga Pada Siswa Tuna Rungu (Yayasan Widya Bhakti Semarang”. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Motivasi Mengikuti Kegiatan Olahraga Pada Siswa Tuna Rungu (Yayasan Widya Bhakti Semarang”.)
Download (537Kb)

    Abstract

    Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah seberapa besar motivasi instrinsik yang mendorong siswa tunarungu mengikuti kegiatan olahraga pada SLB bagian B (Yayasan Widya Bhakti) Semarang dan seberapa besar motivasi ekstrinsik yang mendorong siswa tunarungu mengikuti kegiatan olahraga pada SLB bagian B (Yayasan Widya Bhakti) Semarang? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar motifasi intrinsik siswa tunarungu dalam mengikuti kegiatan olahraga dan untuk mengetahui seberapa besar motivasi ekstrinsik siswa tunarungu dalam mengikuti kegiatan olahraga. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa tuna rungu yang mengikuti kegiatan olahraga di SLB Bagian B Yayasan Widya Bhakti Semarang tahun ajaran 2006/2007 yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi atau penelitian total sampling dengan mengambiI keseluruhan subyek yang berjumlah 30 siswa. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data dari dua variabel yaitu motivasi olahraga yang berasal dari dalam individu dan motivasi olahraga yang berasal dari luar individu. Dalam penelitian ini menggunakan survei dan teknik pengumpulan data mengungkapkan keadaan pribadi responden dengan angket (kuesioner). Kesimpulan penelitian ini diketahui bahwa motivasi instrinsik mengikuti kegiatan olahraga pada siswa Tunarungu (Yayasan Widya Bhakti) Semarang Periode Tahun 2006/2007 sebagai faktor yang dominan karena memiliki prosentase yang lebih besar dibandingkan motivasi ekstrinsik. Sedangkan motivasi ekstrinsik mengikuti kegiatan olahraga pada siswa Tunarungu (Yayasan Widya Bhakti) Semarang periode Tahun 206/2007 hanya sebagai faktor pendukung karena memiliki prosentasenya kecil. Beberapa saran yang dapat peneliti berikan antara lain keluarga merupakan tempat pertama kali seorang individu mendapatkan sesuatu tentang hubungan dengan sesama dan peran orang tua sebagai pembentuk kepribadian dari individu itu sendiri. Dalam upaya mengatasi motivasi yang rendah, peranan orang tua sangatlah besar dengan memberikan pendidikan kepada anak sejak kecil sebagai pedoman dimasa yang akan datang yaitu menanamkam sikap suka berlahraga dan mengembangkan potensi diri melalui kegiatan olahraga bersama dengan keluarga. Motivasi instrinsik dapat ditingkatkan dengan memberikan fasilitas-fasilitas olahraga kepada anak agar aktivitas geraknya tidak terbatas atau dapat tersalurkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiata olahraga di sekolah adalah dengan memberikan angka sebagai simbol dari nilai kegiatan yang dilakukan, memberikan hadiah sebagai rangsangan, menciptakan persaingan / kompetisi baik individu maupun kelompok, memberi ulangan atau ujian, memberikan pujian untuk mereka yang melakukannya dengan baik dan memberikan hukuman atau sanksi pada setiap pelanggaran.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
    Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Ilmu Keolahragaan, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 05 Apr 2011 23:58
    Last Modified: 18 Feb 2015 10:03

    Actions (login required)

    View Item